Kaltara a1. Com, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) seiring ancaman cuaca panas dan kering akibat fenomena El Nino.
Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltara telah menyiagakan 18 regu Brigade Pengendalian Karhutla yang tersebar di lima kabupaten/kota di Kaltara.
Kepala Bidang Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Ekosistem (KSDE) Dishut Kaltara, Maryanto, S.Hut., M.AP., mengatakan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla, terutama ketika kondisi cuaca semakin kering.
Menurutnya, El Nino dapat menyebabkan kemarau berlangsung lebih panjang, menurunkan curah hujan, meningkatkan suhu, serta memperbesar peluang munculnya titik panas atau hotspot.
“Kalau kondisi semakin kering, tentu potensi munculnya titik panas dan kebakaran juga harus kita waspadai,” kata Maryanto, Ahad (13/9).
Ia menjelaskan, secara teknis BMKG membagi El Nino dalam tiga tingkatan, yakni lemah, moderat, dan kuat. Sementara istilah “El Nino Godzilla” yang beredar di masyarakat merupakan istilah publik untuk menggambarkan dampak El Nino yang sangat besar.
“Istilah Godzilla sebenarnya adalah julukan publik untuk menggambarkan dampak El Nino yang sangat besar,” jelasnya.
Untuk memperkuat kesiapsiagaan di lapangan, Dishut Kaltara menempatkan enam regu Brigade Pengendalian Karhutla di Kabupaten Bulungan. Sementara empat wilayah lainnya masing-masing mendapat tiga regu.
Kesiapsiagaan tersebut tidak hanya mengandalkan personel pemerintah. Dishut Kaltara bersama Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) juga melibatkan masyarakat melalui kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA).
Saat ini terdapat 60 kelompok MPA yang tersebar di seluruh wilayah Kaltara. Dengan jumlah anggota sekitar 15 orang per kelompok, terdapat sekitar 900 personel masyarakat yang dapat membantu upaya deteksi dini dan penanganan awal Karhutla.
“MPA menjadi salah satu kekuatan kita di tingkat masyarakat. Mereka membantu mendeteksi lebih awal dan melakukan penanganan awal sebelum api meluas,” ujarnya.
Maryanto menegaskan, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam pencegahan Karhutla. Deteksi dini di tingkat tapak diharapkan dapat mempercepat penanganan apabila ditemukan titik api.
Dishut Kaltara juga terus membangun koordinasi dengan BPBD di masing-masing kabupaten/kota untuk memastikan penanganan Karhutla dapat dilakukan secara cepat dan terpadu.
Maryanto mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Jika menemukan titik api, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada petugas KPH maupun MPA di wilayah masing-masing.
“Jangan membakar lahan sembarangan. Kalau menemukan titik api, segera laporkan agar bisa ditangani sebelum meluas,” pungkasnya. (dkisp)





