Pukat Seorang Warga Tersangkut Predator Raksasa di Sungai Sekatak

redaksi

Kaltara a1. Com, BULUNGAN — Niat hati ingin memanen ikan hasil jaring, warga Desa Bunau, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan justru dikejutkan dengan temuan tak terduga. Seekor buaya berukuran raksasa ditemukan mati terjerat di dalam pukat yang dipasang di aliran Sungai Sekatak pada Senin (31/8/2026).

​Penemuan predator ganas dalam kondisi tak bernyawa tersebut pertama kali diketahui oleh Hendrik (40), seorang nelayan lokal yang mendatangi lokasi untuk mengecek jaring miliknya sekitar pukul 13.00 WITA.

​”Saya berniat memeriksa jaring ikan yang saya pasang sejak Minggu malam, tapi saat ditarik bebannya sangat berat dan ternyata ada buaya monster tersangkut di dalam pukat,” ujar Hendrik saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

Baca Juga  Infrastruktur dan Sarana Pendukung di Perbatasan Harus Mendapat Perhatian

​Ia menceritakan bahwa pemasangan pukat dilakukan pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 20.00 WITA untuk menangkap ikan konsumsi harian. Namun, ukuran buaya yang terlalu besar dan tersangkut jaring diduga kuat membuatnya tidak bisa bergerak hingga kehabisan napas dan mati di dalam air.

​Melihat temuan itu, Hendrik bergegas memanggil warga desa sekitar untuk mengevakuasi predator pemangsa tersebut ke pinggiran sungai. Mengingat bobot dan dimensinya yang amat besar, warga terpaksa memotong bangkai buaya menjadi beberapa bagian guna mempermudah proses pemakaman.

Baca Juga  Wakil Bupati Hermanus Melaunching Ekspor Rumput Laut ke Korea Selatan

​”Bangkai buaya terpaksa kami potong jadi beberapa bagian agar mudah dievakuasi, lalu kami kuburkan di tempat yang cukup jauh dari permukiman,” terang Hendrik.

​Aparat kepolisian setempat membenarkan adanya laporan temuan bangkai buaya liar berukuran fantastis yang tersangkut perangkap ikan milik warga tersebut.

​”Personel piket kami sudah menerima laporan serta mengonfirmasi kejadian tersebut, dan saat ini bangkai buaya sudah berhasil dikuburkan dengan aman oleh warga,” kata Kapolsek Sekatak, AKP Marsono melalui keterangannya.

Baca Juga  Komisi Informasi Provinsi Kaltara Apresiasi Penyerahan Laporan Layanan Informasi Bawaslu se-Kaltara

​Peristiwa ini mendadak menjadi perhatian dan bahan perbincangan hangat masyarakat setempat. Pihak kepolisian pun mengimbau agar para nelayan maupun warga yang sering beraktivitas di sekitar aliran Sungai Sekatak tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat sungai tersebut merupakan salah satu habitat alami satwa liar yang dilindungi dan berpotensi membahayakan keselamatan jiwa. (*/Hai)

Bagikan:

Ads - After Post Image

Topik

Ads - Before Footer