Kaltara a1. Com, TANJUNG SELOR — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) mengambil langkah progresif untuk mengikis keterisolasian wilayah perbatasan Republik Indonesia dan Malaysia. Pemprov Kaltara resmi menggandeng pihak swasta, PT Tujuan Mulai Makmur (TMM), guna mempercepat pembangunan dan pembukaan akses jalan darat sepanjang 459,18 kilometer menuju kawasan Apau Kayan, Kabupaten Malinau.
Langkah strategis ini berfokus pada penanganan ruas jalan paralel nasional yang menghubungkan titik Malinau, Langap, Long Kemuat, Pujungan, Data Dian, Long Nawang, hingga Mahak Besar (Sungai Boh). Pembangunan infrastruktur darat dari arah Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur ini ditargetkan agar jalur perbatasan dan pedalaman tersebut dapat segera beroperasi secara fungsional.
Melalui pola kerja sama ini, pengerjaan jalan dipastikan berjalan secara bertahap dengan membagi peran serta tanggung jawab antara pemerintah daerah dan korporasi swasta.
”Rencananya kita akan menyusun kesepakatan bersama untuk intervensi ruas jalan tersebut secara bertahap,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kaltara, Bertius, Selasa (15/9).
Bertius menjelaskan, fokus Pemprov Kaltara dan PT TMM saat ini diprioritaskan pada teknis pelaksanaan di lapangan ketimbang memformulasikan besaran anggaran.
”Sejauh ini soal besaran anggarannya belum dibahas. Karena saat ini kita dari pemerintah daerah dengan pihak perusahaan masih fokus pada teknis pelaksanaan pembangunan,” ujanya.
Lebih lanjut, kolaborasi ini juga menjadi solusi konkret dalam mengatasi kendala pasokan logistik dan bahan bakar minyak (BBM) yang sempat tersendat akibat surutnya aliran sungai di wilayah Mahakam Ulu.
”Lewat kerja sama ini, kita rencanangan dari pihak perusahaan akan menyiapkan material pendukung sekaligus membangun infrastruktur pendukung sesuai dengan perencanaan perusahaan,” tuturnya. (*/Hai)





