Cegah Kelumpuhan Transportasi Laut, Rp 750 Juta Dikucurkan Suntik Matikan Pendangkalan Dermaga Pelabuhan Kayan II

redaksi

​Kaltara a1. Com, TANJUNG SELOR — Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bulungan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 750 juta untuk mengatasi masalah pendangkalan lumpur dan pasir yang semakin parah di area dermaga Pelabuhan Kayan II, Tanjung Selor. Langkah cepat ini diambil guna menjamin kelancaran moda transportasi air serta keselamatan arus penumpang kapal speedboat yang kian terganggu akibat kondisi kedalaman air yang menyusut drastis.

​Pendangkalan yang terjadi di dermaga kedatangan maupun keberangkatan tersebut dinilai sudah sangat mengkhawatirkan. Pada saat kondisi air laut atau sungai sedang surut, kedalaman air bahkan tercatat kurang dari satu meter sehingga kapal kesulitan untuk bersandar dan mengancam keselamatan lambung serta mesin kapal.

Baca Juga  FKUB Diminta Dukung Kondusifitas Pemilu

​Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bulungan, Khairul, menegaskan bahwa penanganan pendangkalan ini tidak dapat ditunda lagi karena menyangkut pelayanan publik dan aksesitas utama wilayah.

​”Kami telah menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp 750 juta khusus untuk kegiatan pengerukan alur dan area dermaga Pelabuhan Kayan II yang terdampak sedimentasi,” kata Khairul saat dikonfirmasi, Kamis (1/10).

Baca Juga  Kabupaten Nunukan Siap Menggelar STQH Provinsi Kaltara Ke-I

​Proses pengerukan ini ditargetkan dapat segera direalisasikan agar aktivitas bongkar muat penumpang serta mobilitas harian masyarakat kembali normal tanpa perlu khawatir terkendala pendangkalan.

​Khairul menambahkan bahwa keterbatasan anggaran pada periode sebelumnya sempat menunda penanganan teknis di lapangan.

“Pengerukan ini menjadi prioritas mendesak kami saat ini demi memastikan operasional armada speedboat berjalan aman dan tanpa kendala saat debit air menurun,” ujarnya.

​Sementara itu, pihak pengelola pelabuhan mengakui bahwa pendangkalan di dermaga telah memaksa petugas melakukan penyesuaian operasional secara darurat demi menghindari kerusakan kapal.
​Koordinator Lapangan Pelabuhan Kayan II, Mulyono, mengungkapkan bahwa kondisi di lapangan saat ini mewajibkan para motoris untuk ekstra hati-hati ketika merapatkan kapal.

Baca Juga  Bupati Nunukan Hadiri Serah Terima Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI atas LKPD 2024

“Kalau air dalam kondisi surut, mesin speedboat bahkan harus digantung dan penumpang terpaksa kita alihkan ke dermaga yang airnya masih memungkinkan untuk disandari,” jelas Mulyono.

​Dengan dikucurkannya dana sebesar Rp 750 juta ini, pengerukan sedimentasi lumpur diharapkan dapat menuntaskan ancaman pendangkalan dan mengembalikan kedalaman ideal di Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor. (*/Hai)

Bagikan:

Ads - After Post Image

Topik

Ads - Before Footer