Warga Bulungan menjerit BBM langka, 151 jeriken Pertalite justru diseludupkan ke Kutai Timur

redaksi

​Kaltara a1. Com, TANJUNG SELOR — Di tengah jeritan masyarakat Kabupaten Bulungan yang kerap kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite, Unit Resmob Polda Kalimantan Utara justru membongkar aksi penggelapan BBM skala besar. Petugas sukses mengamankan 151 jeriken berisi Pertalite yang hendak diseludupkan keluar daerah menuju Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

​Dalam operasi tangkap tangan tersebut, polisi membekuk dua terduga pelaku berinisial W dan B beserta barang bukti berupa satu unit mobil pikap Daihatsu Gran Max yang dimuat ratusan jeriken BBM.

Baca Juga  BERI PENGHARGAAN: Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd. M.Si memberikan penghargaan Benuanta Award pada perusahaan dan badan usaha yang telah berkontribusi dengan baik dalam pelaksanaan CSR mereka.

​Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Kaltara, Kombes Pol. Yudhistira Midyahwan mengungkapkan, modus operandi yang dijalankan kedua pelaku adalah dengan membeli Pertalite secara berkala dari para pengetap maupun penampung lokal di wilayah Bulungan.

​”Modus yang diduga dilakukan kedua tersangka adalah membeli atau mengambil Pertalite dari pengetap maupun penampung, kemudian mengangkutnya ke Wahau, Kutai Timur, untuk diperjualbelikan,” ungkap Kombes Pol. Yudhistira Midyahwan.

Baca Juga  Cara Akurat Deteksi Stroke, Aneurisma, dan Kelainan Pembuluh Darah lewat Teknologi DSA

​Berdasarkan hasil pemeriksaan awal terhadap para tersangka, penyelundupan BBM bersubsidi ini bukan kali pertama terjadi, melainkan aksi terstruktur yang dilakukan secara rutin.

​”Berdasarkan pengakuan awal kedua tersangka, aktivitas tersebut dilakukan dua kali dalam seminggu,” jelas Yudhistira mendalami intensitas kejahatan tersebut.

​Guna mengusut tuntas dugaan pelanggaran tindak pidana di bidang minyak dan gas bumi (migas), penanganan perkara kini resmi dilimpahkan ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kaltara. Penyidik terus mendalami seluruh rantai pasokan dan pihak lain yang terlibat.

Baca Juga  Kabupaten Bulungan menerima bantuan hibah berupa alat ventilator

​”Penyidik perlu menelusuri asal-usul BBM, mekanisme pembelian dari pengetap atau penampung, tujuan pengangkutan, serta dugaan penjualan kembali di luar wilayah Kalimantan Utara,” pungkasnya menegaskan fokus pengembangan penyidikan. (*/Hai)

Bagikan:

Ads - After Post Image

Topik

Ads - Before Footer