Kaltara a1 . Com, Tanjung Selor— Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) tetap mematangkan strategi pembinaan atlet hingga pengawalan mega proyek sport center seluas 23 hektare, meski harus menghadapi tantangan pemangkasan anggaran di tahun 2026. Pagu anggaran Dispora Kaltara tahun 2026 yang semula berada di angka Rp18,57 miliar harus mengalami efisiensi sebesar Rp1,32 miliar.
Langkah strategis serta efisiensi ini dipaparkan langsung oleh Kepala Dispora Kaltara, Dr. Bustan, di hadapan Komisi IV DPRD Provinsi Kaltara pada Jumat (11/9/2026). Ia menegaskan bahwa sektor pemuda dan olahraga memiliki peran vital dalam mendukung pencapaian visi besar Indonesia Emas 2045.
”Dinas ini punya peran strategis dalam pencapaian Indonesia Emas 2045. Bidang pemuda perlu menjadi perhatian, begitu juga bidang olahraga, khususnya terkait prestasi, mulai dari proses pembinaan hingga pencapaian prestasi,” ujar Bustan.
Kendati kapasitas fiskal terkoreksi akibat efisiensi, Dispora Kaltara tetap mengemban amanah untuk menyokong operasional sejumlah lembaga dan organisasi keolahragaan maupun kepemudaan, seperti KONI, KNPI, KORMI, Kwarda Pramuka, hingga NPC. Di saat yang sama, fokus utama Dispora kini tertuju pada instruksi Gubernur Kaltara untuk mengawal terwujudnya kawasan sport center di kawasan Kota Baru Mandiri (KBM).
”Kurang lebih dua bulan setengah ini kami mendapat tugas untuk mengawal terwujudnya pembangunan sport center. Kami mohon dukungan anggota Dewan karena kami tidak bisa sendiri untuk mewujudkannya,” katanya.
Meskipun dokumen studi kelayakan sudah dikantongi, penyelesaian dokumen teknis seperti detailed engineering design (DED) serta pematangan lahan seluas 23 hektare masih harus dituntaskan. Proses ini dilanjutkan dengan koordinasi bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) demi mengamankan rekomendasi teknis sebelum melangkah ke Kementerian Pekerjaan Umum.
”Kami akan mengidentifikasi lahan yang disediakan kurang lebih 23 hektare. Kemudian arahan dari Kemenpora, kami juga diminta menyiapkan data terkait cabang olahraga unggulan,” tuturnya.
Persiapan cabang olahraga unggulan tersebut sekaligus diproyeksikan untuk menghadapi agenda kualifikasi Pra-PON 2027 mendatang di Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Jakarta, serta persiapan ajang tahun 2028. (*/Hai)





