Kaltaraa1.com,TANJUNG SELOR- Layanan Dinas Sosial (Dinsos) Kaltara terhadap kebutuhan anak-anak terlantar yang tinggal dalam panti terus dimaksimalkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Dinsos Kaltara. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinsos Kaltara, Obed Daniel.
“Memang kami senantiasa membuat usulan-usulan terkait peningkatan layanan sosial kepada masyarakat termasuk Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA). Tapi kami kembali lagi kepada kemampuan keuangan daerah,” ungkap Obed.
Dikatakan Obed bahwa perencanaan maksimal terhadap anak-anak terlantar di Panti ini telah dimaksimalkan oleh pihaknya. Sebab, dalam hal penyusunan program pihaknya telah melakukan perhitungan dengan rinci agar sesuai dengan penggunaan anggaran yang direncanakan oleh pihaknya.
“Perencanaan sudah maksimal kami buat, sudah kami buat serinci mungkin kemudian sudah dihitung anggarannya untuk kegiatan-kegiatan dibidang sosial, bagaimana program-program kemasyarakatan bisa ditingkatkan seperti layanan kepada lansia, anak terlantar dalam panti, disabilitas dalam panti dan lain-lain sebagainya,” bebernya.
Perencanaan tersebut telah dimatangkan oleh pihaknya. Namun lanjut Obed rencana ini terus bergantung pada kemampuan keuangan daerah. Untuk itu, sebagai dinas yang berjuang dalam memenuhi hak-hak sosial masyarakat Kaltara, Obed menyatakan bahwa pihaknya telah menyampaikan rencana program ini kepada pejabat berwenang dengan harapan agar program Dinsos Kaltara dapat terus terselenggara disetiap tahun.
“Karena Dinsos ini urusan wajib, karena punya standar layanan minimal dan sesuai dengan visi misi kepala daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Harapan kami paling tidak ada keperpihakan anggaran dari pengampu kebijakan agar anggaran Dinsos bisa ditingkatkan,” katanya.
Namun, lanjut Obed jika usulan program tersebut belum berjalan maksimal, maka pihaknya akan mencoba membantun jaringan yakni dengan melakukan pendekatan kepada sektor swasta maupun kelompok masyarakat lainnya agar dapat terlibat dalam penanganan permasalahan sosial di masyarakat.
Hal ini dilakukan karena lembaga LKSA dalam satu tahun ini di Kaltara cukup berkembang dan terdapat dilima kabupaten kota seperti Tarakan, Malinau, Nunukan, Bulungan dan Tana Tidung. Hal ini lanjut Obed menandakan bahwa masyarakat juga bergerak dalam membina anak-anak yang terlantar di panti.(Adv/Erc)





