TANJUNG SELOR – Sebagai salah satu Anggota DPRD Kaltara karir politik Tamara Moriska naik cukup pesat. Perempuan alumni Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung angkatan 2013 ini ternyata telah menggemari dunia politik sejak usia 14 tahun.
Hal ini lantaran latar belakang keluarga yang memang sebagian besar merupakan pejabat daerah. Dimana ia merpakan cucu dari Abdul Hafid Achmad Bupati Nunukan dua periode (2001 – 2011) serta keponakan dari mantan Bupati Nunukan dua periode (2016-2024).
Sadar akan ketertarikannya di dunia politik, Tamara mulai memikirkan cara agar cita-citanya sebagai seorang Politikus dapat diwujudkan yakni dengan menekuni Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) saat dibangku Sekolah Menengah Atas (SMA).
Kemudian untuk menunjang karir politik dirinya, ibu dua anak ini juga mengambil Program Pendidikan Sarjana Hukum di UNPAD Bandung.
Tamara Moriska Pernah Jabat Staf Ahli Partai Hingga Ketua KNPI Nunukan. Sebagai pelopor pemuda yang cukup aktif pada tahun 2016 – 2019 Tamara Moriska dipercaya menjadi Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Nunukan.
Karir Tamara Moriska masuk di dunia politik dimulai sejak dirinya masuk sebagai Staf Ahli Partai Hanura Kabupaten Nunukan pada tahun 2017 – 2019.
Dengan bekal pendidikan serta pengalamannya sebagai pelopor kaum muda yang peduli politik, Tamara Moriska memutuskan ikut bertarung dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2019.
Jiwa semangat mudanya yang membara berhasil membawanya menduduki kursi DPRD Provinsi Kaltara saat itu sebagai anggota perempuan termuda dari Daerah Pemilihan (Dapil) Nunukan.
Masih berpayung partai yang sama, yakni Hanura, Tamara Moriska kembali dipercaya masyarakat dan terpilih sebagai DPRD Provinsi Kaltara pada Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 lalu dan berhasil meraih 3.524 suara warga Nunukan.
Bahkan kini Tamara Moriska menduduki jabatan yang mentereng di DPRD Provinsi Kaltara sebagai Ketua Komisi IV dan masih menjadi perwakilan politis perempuan termuda di DPRD Kaltara.
Sebagai perwakilan perempuan di kursi parlemen, Tamara Moriska berkomitmen akan terus menyuarakan suara perempuan untuk memperoleh keadilan dan hak berpendapat dimuka umum.
Oleh karena itu, Tamara selalu terbuka kepada masyarakat utamanya kepada para perempuan jika ingin menyampaikan aspirasi.
Di Beberapa kesempatan dalam agenda reses atau menghimpun aspirasi warga, Tamara menyampaikan bahwa Perempuan juga memperoleh hak dan kewajiban yang sama sebagai warga negara dan dilindungi oleh payung hukum atau Undang-Undang.
“Sebagai perempuan kita memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai warga negara dan tentu dilindungi oleh Undang-Undang. Jadi kita sebagai perempuan harus menjadi lebih kuat dan berdiri diatas kaki sendiri,” tuturnya.
Sebagai bentuk kepedulian untuk menciptakan generasi muda yang lebih tanggap dan kreatif, Tamara telah membentuk komunitas Generasi Optimis Tamara Moriska (GOTM) yang terdiri dari para anak-anak muda dari Kabupaten Nunukan.
Ia berharap dengan lahirnya GOTM dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Nunukan baik dari segi pendidikan, karakter, olahraga hingga budaya.
Tamara Moriska menjadi salah satu anggota legislatif yang cukup rajin membagikan pesan edukatif dan sosialisasi kepada masyarakat, salah satunya mengenai bahaya modus penipuan online atau Passobis di media sosial khususnya Tik-Tok.
Menurut Tamara, sindikat Passobis kerap menggunakan foto profil WhatsApp korban dan memberikan informasi palsu untuk mempengaruhi psikologis keluarga atau teman korban
“Passobis adalah modus penipuan terbaru yang marak terjadi di dunia digital, dan sudah banyak merugikan korban. Modus operandi para pelaku adalah dengan mengirimkan kabar duka atau hadiah palsu melalui telepon singkat, yang tujuannya adalah untuk memanipulasi korban agar memberikan data pribadi atau mentransfer uang,” paparnya.
Istilah Passobis sendiri berasal dari Sulawesi Selatan, lebih tepatnya dari Kabupaten Sidrap.
Menurutnya, modus operandi para penipu seringkali dilakukan pada malam hari, seperti mengirim kabar duka atau kabar palsu mengenai pemberian hadiah yang berakhir dengan meminta korban melakukan transfer sejumlah uang.
Dengan semakin berkembangnya modus penipuan ini, Tamara mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya dengan informasi yang datang tiba-tiba, terutama jika meminta data pribadi atau uang.
Berikut Biodata Tamara Moriska : Nama : Tamara MoriskaTempat Tanggal Lahir : Tarakan, 7 Februari 2025Riwayat Pendidikan :1. SDN 005 Nunukan
2. SMPN 001 Nunukan
3. Sarjana (S1) Hukum Universitas Padjadjaran (Unpad)
1. Ketua Gema Hanura 2016-2019
2. Ketua KNPI Kabupaten Nunukan 2016 – 2019
3. Dewan Kehormatan PMI Provinsi Kaltara
4. Dewan Pembina KPPI Nunukan
Karir Politik
1. Wakil Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Kaltara
2. Anggota DPRD Provinsi Kaltara periode 2019-2024





