Kaltara a1. Com, TANJUNG SELOR— Kabar baik datang dari rencana pembukaan kembali rute internasional di Bandara Juwata Tarakan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara kini mulai mendapat respon positif dari dua maskapai yang tertarik melayani rute ke Malaysia dan Filipina. Dua maskapai itu adalah Eresia dan Air Borneo.
Kepala Dishub Kaltara, Idham Chalid Darmawan, mengatakan bahwa komunikasi dengan dua maskapai tersebut berjalan cukup baik. Bahkan, keduanya sudah menyampaikan ketertarikan untuk membuka penerbangan begitu izin internasional rampung.
“Ada sinyal positif dari Eresia. Air Borneo juga sudah kita jajaki. Itu maskapai yang dulu menggantikan Wings,” ujar Idham usai menghadiri sebuah kegiatan, Jumat (12/12).
Meski antusiasme maskapai sudah ada, prosesnya tidak bisa instan. Keduanya masih harus melalui tahapan perizinan dari Kementerian Perhubungan sebelum bisa resmi masuk ke Tarakan. Selain izin operasional, maskapai juga harus menyiapkan dokumen dan memenuhi sejumlah standar penerbangan internasional.
Saat ditanya kapan penerbangan internasional bisa benar-benar dimulai, Idham memberi gambaran bahwa targetnya adalah tahun depan.
“Semoga tahun depan sudah bisa. Tapi ya, semuanya tetap tergantung rekomendasi dari kementerian dan kesiapan maskapainya juga,” jelasnya.
Dishub Kaltara juga masih menunggu penyelesaian fasilitas penunjang di bandara, terutama peralatan milik Bea Cukai seperti X-ray, yang sempat lama tidak digunakan sejak status internasional bandara dicabut beberapa tahun lalu. Sejumlah alat harus diperiksa, dirawat, bahkan ada yang perlu diganti.
Semua kelengkapan ini menjadi syarat wajib sebelum Eresia atau Air Borneo bisa melakukan penerbangan perdana dari Tarakan menuju Tawau, Kota Kinabalu, maupun Tawi-Tawi.
Dengan progres yang semakin jelas, masyarakat Kaltara kini tinggal menunggu satu langkah terakhir sebelum bisa kembali menikmati penerbangan langsung ke negara tetangga tanpa harus transit jauh di kota lain.(Slv/Adv)





