Kaltaraa1. Com ,TANJUNG SELOR — Menyambut libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dinas Perhubungan Kalimantan Utara memastikan pengawasan perjalanan dilakukan dari berbagai sisi. Tidak hanya jalur darat, tetapi juga rute sungai dan laut ikut dipantau ketat. Tahun ini, Dishub memegang dua sektor sekaligus dan menyiapkan petugas khusus di setiap lokasi yang dianggap rawan atau berpotensi terjadi lonjakan penumpang.
Kepala Dishub Kaltara, Idham Chalid Darmawan, mengatakan bahwa untuk jalur darat, Dishub mendirikan posko yang melibatkan pegawai dari bidang lalu lintas angkutan jalan. Para petugas ini akan turun langsung memantau kondisi lapangan, terutama terkait kelancaran arus kendaraan dan kelayakan angkutan umum.
“Untuk jalur darat, kita bentuk posko bersama teman-teman dari bidang lalu lintas. Mereka ikut terlibat penuh, memeriksa kendaraan dan memantau pergerakan kendaraan penumpang,” ujar Idham pada jumat (5/12).
Sementara untuk sektor sungai dan laut, posko ditempatkan di sejumlah pelabuhan utama. Petugas akan mengecek kondisi cuaca, mengawasi jadwal keberangkatan, serta memastikan kapal dan speedboat benar-benar layak beroperasi selama puncak arus mudik dan balik.
“Kita punya dua posko: darat dan sungai–laut. Jadi semua sektor bisa kita pantau dengan lebih maksimal,” tambahnya.
Idham menegaskan bahwa pengamanan ganda ini dilakukan agar masyarakat yang hendak bepergian selama libur panjang bisa merasa lebih aman dan nyaman. Dishub juga mengantisipasi potensi peningkatan jumlah penumpang, baik yang menggunakan kapal cepat, kapal reguler, maupun transportasi darat.
“Intinya, kita ingin perjalanan masyarakat berjalan lancar. Kalau ada kendala di lapangan, petugas sudah siap membantu,” tegasnya.
Dengan kesiapan posko di dua sektor tersebut, Dishub Kaltara berharap penyelenggaraan angkutan Nataru tahun ini berjalan lebih tertib dan tanpa hambatan berarti.(Slv/ Adv)





