Kaltara a1. com, Tanjung Selor — Peningkatan kapasitas kepala desa (kades) menjadi kunci utama dalam mendorong perbaikan penyelenggaraan pemerintahan di tingkat tapak. Sebanyak 74 kepala desa dari seluruh wilayah Kabupaten Bulungan mengikuti kegiatan retreat kepemimpinan guna memperkuat tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, serta efektivitas pembangunan desa.
Ketua DPRD Bulungan Riyanto mengapresiasi pelaksanaan pelatihan kepemimpinan tersebut. Namun, ia memberikan peringatan keras agar penambahan wawasan yang didapat para kades berbanding lurus dengan pembenahan tata kelola anggaran di desa, khususnya pengawasan Dana Desa.
Riyanto menegaskan, Dana Desa yang dikucurkan oleh pemerintah jumlahnya tidak sedikit. Oleh karena itu, akuntabilitas administrasi dan ketepatan sasaran penggunaan anggaran wajib menjadi prioritas utama para kepala desa.
“Dana desa harus digunakan sesuai perencanaan dan aturan yang berlaku. Administrasinya harus rapi, pelaksanaannya tepat sasaran, sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Yang terpenting, masyarakat bisa merasakan hasil pembangunan dari anggaran tersebut,” kata Riyanto saat memberikan keterangan di Tanjung Selor, Senin (20/7/2026).
Tuntutan Transparansi demi Jaga Kepercayaan Warga
Lebih lanjut, Riyanto mengingatkan bahwa posisi kades merupakan posisi strategis yang sangat riskan terhadap potensi penyalahgunaan wewenang jika tidak diimbangi dengan integritas tinggi. Seluruh alokasi anggaran belanja desa diminta dikelola secara terbuka dan transparan kepada seluruh masyarakat.
Ia menekankan bahwa pengelolaan anggaran yang tertib dan akuntabel tidak hanya menghindarkan kades dari persoalan hukum, tetapi juga menjadi instrumen utama untuk mengikis potensi konflik sosial di tingkat desa.
“Seorang kepala desa memegang tanggung jawab yang besar. Setiap keputusan harus dipikirkan dengan matang karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Pemerintahan desa juga harus berjalan terbuka agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga,” tegasnya.
Riyanto berharap pembekalan yang diterima selama retreat mampu memperkuat integritas 74 kades tersebut. Dengan demikian, anggaran desa yang bernilai ratusan juta hingga miliaran rupiah dapat benar-benar terkonversi menjadi program pembangunan yang menjawab kebutuhan nyata warga.
(*/djn)





