Kaltara a1. com, TIDENG PALE – Peningkatan kualitas infrastruktur pengairan bagi masyarakat tidak melulu harus bergantung pada proyek fisik bernilai fantastis. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung membuktikannya lewat terobosan efisiensi dengan memaksimalkan jaringan irigasi yang ada melalui skema pengerjaan swakelola.
Strategi cerdas ini diterapkan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) Kabupaten Tana Tidung saat membenahi saluran irigasi vital di Desa Safari, Kecamatan Muruk Rian. Tanpa harus menunggu pengadaan pengerjaan baru, dinas bergerak cepat menerjunkan armada alat berat serta pasokan bahan bakar milik daerah untuk mengeruk saluran yang tersumbat.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPRKP Tana Tidung, Nur Huda, menegaskan bahwa optimalisasi aset internal pemerintah menjadi langkah kunci agar keberadaan infrastruktur daerah dapat memberi manfaat konkret dan tepat sasaran.
“Untuk tahun 2026 ini kita ada program pengembangan dan pengelolaan irigasi. Salah satunya yang sedang kita kerjakan secara swakelola adalah normalisasi irigasi di daerah Safari dengan memanfaatkan peralatan milik pemda,” ungkap Nur Huda.
Menurutnya, pembenahan saluran penghubung antara sumber air dan lahan pertanian masyarakat tidak selalu membutuhkan konstruksi jaringan baru. Pendekatan perbaikan serta pembersihan berkala justru menjadi solusinya, terutama untuk memulihkan fungsi jaringan utama yang sempat terputus akibat endapan lumpur dan material tanah.
Langkah taktis swakelola ini juga didukung oleh sinergi kuat lintas instansi. Dinas PUPRKP berkolaborasi secara terpadu bersama Dinas Pertanian guna memetakan titik-titik krusial yang membutuhkan pasokan air mendesak.
Melalui skema swakelola ini, pengerjaan normalisasi sepanjang kurang lebih satu kilometer tersebut diperkirakan tuntas hanya dalam hitungan minggu. Model kerja cepat dan hemat anggaran ini menjadi bukti komitmen Pemkab Tana Tidung dalam mengawal fasilitas publik agar terus berdampak positif bagi kesejahteraan para petani.





