Kaltara a1. Com, TANJUNG SELOR — Kualitas udara di Tanjung Selor, Ibu Kota Provinsi Kalimantan Utara, mendadak memburuk drastis hingga masuk dalam kategori sangat tidak sehat akibat terkontaminasi kabut asap.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjung Harapan pada Kamis (17/9) pukul 08.00 WITA, alat pengukur PM 2.5 mencatat konsentrasi partikel halus di udara Tanjung Selor menyentuh angka 152.0 μg/m³. Kondisi ini berisiko tinggi memicu gangguan kesehatan fatal bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.
Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Kaltara memintakan warga untuk segera meningkatkan kewaspadaan dan membatasi kegiatan di luar rumah.
”Kepada masyarakat, batasi aktivitas di luar ruangan,” tegas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltara, Hairul Anwar. “Kurangi olahraga berat atau kegiatan fisik di luar ruangan terutama pada rentang jam dengan kategori kualitas udara sangat tidak sehat,” lanjutnya.
Hairul menekankan perlunya perlindungan ekstra bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap paparan polusi udara tinggi, seperti anak-anak, lansia, wanita hamil, hingga penderita gangguan pernapasan.
Masyarakat yang terpaksa keluar rumah dianjurkan mengenakan masker standar respirator jenis N95, KN95, atau KF94 yang memiliki efisiensi filtrasi terhadap partikel halus. Selain itu, warga juga disarankan menutup jendela dan ventilasi rumah pada dini hari hingga pagi hari guna mencegah masuknya partikulat dari luar.
”Kemudian tutup jendela dan ventilasi rumah pada dini hari hingga pagi hari untuk mencegah masuknya partikulat dari luar, serta gunakan air purifier jika memungkinkan,” imbuh Hairul.
Sebagai langkah penanganan utama dari sumber polusi lokal, Pemprov Kaltara menginstruksikan seluruh warga untuk menghentikan total kegiatan pembakaran terbuka, termasuk pembakaran sampah maupun lahan di sekitar pemukiman. (*/Hai)





