Usai Terkurung Asap, Siswa Sekolah di Bulungan Kembali Menyapa Ruang Kelas Mulai 9 Oktober

redaksi

Kaltara a1. Com, TANJUNG SELOR — Setelah sempat terpaksa belajar dari rumah akibat kepungan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seluruh siswa di Kabupaten Bulungan dipastikan kembali beraktivitas di sekolah mulai Jumat, 9 Oktober 2026. Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) ini dibuka kembali seiring membaiknya kualitas udara di daerah tersebut.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bulungan menghentikan skema Belajar Dari Rumah (BDR) yang sebelumnya diberlakukan sejak 6 hingga 8 Oktober 2026. Keputusan pengembalian aktivitas belajar mengajar di gedung sekolah ini mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Baca Juga  30 Orang Fardhu Kifayah Hingga Guru Ngaji di Berangkatkan Umrah

“Pembelajaran dari rumah ini akan dilaksanakan dari tanggal 6 hingga 8 Oktober 2026,” ungkap Kepala Disdikbud Bulungan, Suparmin Setto.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa keselamatan serta kesehatan para siswa dan tenaga kependidikan tetap menjadi prioritas utama dalam penentuan kebijakan pembelajaran selama musim kabut asap. Oleh karena itu, evaluasi berkala terhadap kondisi indeks standar pencemar udara terus dilakukan oleh pihak terkait sebelum menetapkan kelanjutan PTM.

Baca Juga  Pemkab Nunukan Gelar Apel Pemasangan dan Pembagian Bendera Merah Putih

“Perubahan atau penghentian pelaksanaan BDR ini akan dilaksanakan sesuai hasil pemantauan dan evaluasi terhadap kondisi kualitas udara nantinya,” jelas Suparmin.

Meski siswa sudah diizinkan kembali memadati ruang kelas, Disdikbud Bulungan mengingatkan seluruh warga sekolah untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan, terutama penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan jika kabut asap tipis masih menyelimuti wilayah sekitar.

Baca Juga  Kasus Donasi Agus Jadi Pengingat Pentingnya Transparansi dalam Penggalangan Dana

“Untuk tenaga pendidik tetap melaksanakan tugas di satuan pendidikan seperti biasa dan juga tetap menggunakan masker,” ujarnya.

Dengan diberlakukannya kembali PTM, diharapkan proses interaksi belajar-mengajar antara guru dan murid dapat kembali berjalan efektif dan optimal. (*/Hai)

Bagikan:

Ads - After Post Image

Topik

Ads - Before Footer