Kaltraa1.com TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) bersama dengan Pemerintah Negeri Sabah terus menjalin kerja sama, salah satunya di bidang sosial dan budaya.
Dalam pertemuan di Forum Sosial Ekonomi Indonesia-Malaysia (Sosek Malindo) baru-baru ini, kedua belah pihak sepakat untuk mendorong kolaborasi sosial dan budaya yang lebih intens, khususnya pada festival budaya daerah.
Kepala Bappeda dan Litbang Kaltara, Bertius mengatakan, saat ini Pemprov Kaltara telah menyiapkan serangkaian agenda budaya yang melibatkan partisipasi Pemerintah Negeri Sabah, Malaysia.
“Seperti Iraw Adat Tidung Borneo yang akan dilaksanakan pada 19-24 Juli 2025 di Kabupaten Nunukan, misalnya,” ujar Bertius kepada Radar Tarakan beberapa waktu lalu.
Kemudian, Festival Aco Lundayeh yang rencananya akan berlangsung di Krayan, Nunukan pada September 2025.
Termasuk Iraw di Malinau dan Birau di Bulungan yang keduanya dijadwalkan pada Oktober 2025.”Berbagai agenda ini ditawarkan kepada Pemerintah Negeri Sabah untuk turut berpartisipasi,” tuturnya.
Harapannya, selain mempererat hubungan sosial dan budaya, partisipasi Malaysia juga akan mendorong perputaran ekonomi di Kaltara melalui konsumsi produk lokal dan aktivitas belanja lainnya di kegiatan ini.
Di bidang kepemudaan, pihak Sabah juga mengusulkan program ‘Jelajah Belia’, yakni kunjungan pemuda Sabah ke Kaltara yang dijadwalkan pada September 2025.
“Ini dinilai sebagai langkah positif dalam mempererat hubungan antar generasi muda dari kedua wilayah. Prinsipnya berbagai upaya akan terus kita lakukan,” pungkasnya.





