kaltara_a1 TARAKAN-Suasana ruang tunggu RSUD Dr. H. Jusuf SK Tarakan kembali dipenuhi pasien sejak pagi hari. Banyak pasien yang datang lebih awal dari jadwal antrean yang telah ditentukan, sehingga terjadi penumpukan di ruang tunggu rumah sakit, Selasa (9/9/2025).
Berdasarkan pantauan di lapangan, sebagian besar pasien mengaku masih belum terbiasa menggunakan sistem pendaftaran online Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang telah disediakan. Alhasil, mereka lebih mem ilih datang langsung ke rumah sakit untuk memastikan mendapat pelayanan, meski nomor antrean mereka baru dipanggil berjam-jam kemudian.
“Kami takut kalau telat datang, nanti tidak kebagian giliran. Jadi lebih baik menunggu dari pagi, ujar salah seorang pasien yang enggan disebutkan namanya.
Pihak rumah sakit menyampaikan, sistem pendaftaran online JKN sebenarnya bertujuan untuk mengurangi antrean fisik di rumah sakit, sekaligus memberi kepastian waktu pelayanan bagi pasien.
Namun, karena banyak masyarakat yang belum paham sepenuhnya dengan sistem pendaftaran online, menyebabkan sedikit membuat lambat.
“Banyak pasien masih datang terlalu awal atau belum memanfaatkan aplikasi Mobile JKN untuk pendaftaran. Padahal, kalau digunakan dengan benar, antrean bisa lebih tertib,”jelas Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan, dr. Budy Aziz B, Sp,PK.
la menambahkan, kondisi ini membuat ruang tunggu kerap dipadati pasien dan keluarga, terutama pada pagi hari. Rumah sakit pun mengimbau masyarakat untuk lebih memanfaatkan sistem pendaftaran online, agar pelayanan berjalan lebih lancar dan ruang tunggu tidak sesak.
“Kami juga mengimbau pasien untuk datang sesuai nomor antrean. Jadi tidak perlu menunggu terlalu lama di rumah sakit. Misalnya, jika nomor antreannya 50, sebaiknya jangan hadir jam 7 pagi, melainkan sekitar jam 10 pagi,” pungkasnya.
Dengan meningkatnya kesadaran pasien terhadap sistem antrean digital, diharapkan ke depan pelayanan di RSUD dr. H. Jusuf SK bisa lebih tertib dan nyaman, baik bagi pasien maupun tenaga medis. (hms_rsud)





