kaltaraa1.comTanjung Selor – Proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekretaris Daerah (Sekprov) Kalimantan Utara tahun 2025 resmi menelurkan tiga nama terbaik. Berdasarkan Pengumuman Nomor 21/PANSEL-JPTM/X/2025, panitia seleksi menyatakan bahwa tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) putra daerah terbaik lolos sebagai kandidat dan akan direkomendasikan kepada Gubernur Kaltara untuk dipilih menjadi Sekprov definitif.
Ketiga nama tersebut adalah:
1. Denny Harianto
2. Ferdy Manurun Tanduk Langi
3. Sanusi
Pengumuman ini menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara ketat dengan memperhatikan rekam jejak, uji kompetensi, penulisan makalah, serta uji gagasan/wawancara. Rekomendasi resmi juga diperkuat melalui surat Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 18125/R-AK.02.03/SD/K/2025 tertanggal 27 September 2025.
Tiga Figur Visioner
Ketiga kandidat tersebut layak mendapat apresiasi publik. Mereka bukan hanya sosok birokrat berpengalaman, tetapi juga figur yang diyakini mampu mendorong percepatan pembangunan dan memperkuat tata kelola pemerintahan di provinsi termuda Indonesia.
• Denny Harianto dikenal sebagai sosok pekerja keras dengan integritas tinggi. Jejak kariernya menampilkan konsistensi dalam mengawal kebijakan pembangunan.
• Ferdy Manurun Tanduk Langi adalah figur inovatif dengan gagasan segar dalam reformasi birokrasi dan peningkatan pelayanan publik.
• Sanusi memiliki pengalaman panjang di pemerintahan daerah serta pendekatan humanis yang membuatnya dekat dengan masyarakat maupun internal ASN.
Harapan untuk Masa Depan Kaltara
Jabatan Sekprov Kaltara bukan sekadar posisi administratif, melainkan motor penggerak birokrasi yang akan menentukan kecepatan dan keberhasilan pembangunan. Kehadiran tiga kandidat berkualitas ini menunjukkan bahwa Kaltara memiliki stok sumber daya manusia yang mumpuni dan siap membawa perubahan.
Masyarakat menaruh harapan besar agar siapapun yang dipilih oleh Gubernur Kaltara nantinya benar-benar mampu menjadi penjembatan kepentingan publik, penggerak efisiensi birokrasi, sekaligus lokomotif pembangunan di Kalimantan Utara.





