Kaltara a1. Com, TANA TIDUNG – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) kini resmi menggeser posisi hipertensi primer sebagai penyakit nomor satu yang paling banyak menggerogoti kesehatan warga di Kabupaten Tana Tidung (KTT). Dinas Kesehatan KTT kini meningkatkan kewaspadaan penuh, terlebih ancaman paparan kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus mengintai wilayah sekitar.
Pergeseran drastis pada daftar 10 penyakit terbesar di KTT ini terungkap berdasarkan data rekam medis elektronik terbaru. Meski bukan semata-mata dipicu oleh bencana asap Karhutla, volume peningkatan kasus ISPA yang mendadak ini mendesak pemerintah daerah untuk mengambil langkah antisipasi cepat guna mencegah terjadinya kondisi darurat kesehatan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Tana Tidung, Mohammad Sarif, membenarkan pergeseran tren penyakit dominan tersebut di wilayahnya.
“ISPA urutan pertama. Ada sepuluh penyakit terbesar. Biasannya hyper tensi primer yang pertama. Tapi saat ini ISPA yang pertama di Tana Tidung. Sebenarnya tidak melonjak, cuma ada peningkatan kasus,” kata Sarif.
Meskipun paparan kabut asap dari kebakaran lahan di daerah tetangga kian mengancam, Sarif menegaskan bahwa tim kesehatan telah memantau lonjakan ISPA ini sejak sebelum fenomena Karhutla merebak.
“Kalau ISPA itu kan pasti ada, cuma volumenya itu saja, apakah bertambah atau tidak. Tapi kalau dari ISPA saat ini kebetulan bukan hanya dampak dari Karhutla. Karena kalau berdasarkan rekam medik elektronik itu dia peringkat pertama di KTT saat ini,” tambahnya.
Guna mencegah memburuknya kualitas kesehatan warga, Dinas Kesehatan KTT terus mengerahkan tenaga surveilans untuk memantau pergerakan penyakit, sembari mengimbau warga agar memperketat Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta mengurangi aktivitas luar ruangan.
“Saat ini memang ISPA di urutan pertama tapi bukan hanya KTT saja hampir semua. Imbauan kami saat ini adalah PHBS. Sebaiknya lebih sering di dalam ruangan dan sekalipun keluar rumah harus pakai masker,” jelasnya. (*/Hai)





