Ribuan kader PKK dikerahkan jadi mesin pemungkas masalah stunting hingga anak putus sekolah di Bulungan

redaksi

Kaltara a1. Com, TANJUNG SELOR – Sebanyak 2.167 kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) di Kabupaten Bulungan resmi dikerahkan sebagai garda terdepan penggerak pembangunan daerah. Ribuan kader yang tersebar hingga tingkat desa ini difokuskan untuk mengintervensi langsung berbagai persoalan krusial di masyarakat, mulai dari pencegahan stunting, penanganan anak putus sekolah, hingga pencegahan pernikahan usia dini.

Langkah strategis tersebut ditegaskan saat pembukaan Festival Bulungan Sumber Sejahtera (Bunga Sutra) di Desa Long Sam, Kecamatan Tanjung Palas Barat. Pemerintah daerah menilai bahwa keberadaan jaringan PKK hingga level akar rumput sangat vital untuk menjangkau keluarga secara langsung melalui 10 Program Pokok PKK.

Baca Juga  FKUB Diminta Dukung Kondusifitas Pemilu

Bupati Bulungan, Syarwani, menegaskan pentingnya peran ribuan kader tersebut sebagai motor utama perubahan sosial di wilayahnya.

“Sebanyak 2.167 kader PKK ini merupakan kekuatan mesin penggerak pembangunan di Bulungan,” ujar Syarwani.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran kader di tengah masyarakat menjadi kunci utama dalam memberikan edukasi serta pendampingan langsung.

“PKK sangat dibutuhkan kehadirannya untuk sampai ke masyarakat di Bulungan, memberikan edukasi dan bimbingan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ungkap Syarwani.

Baca Juga  Cek Tanggalnya! Musik Alam X Benuanta Fest 2k24 Tampilkan 20 Etnis Lokal hingga Artis Internasinal serta Ratusan UMKM

Selain penanganan masalah kesehatan keluarga dan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk menekan angka stunting, sinergi ini diarahkan untuk memastikan tidak ada anak yang kehilangan hak pendidikan akibat pernikahan dini. Pemkab Bulungan pun menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Syarwani mengingatkan agar kerja sama dengan lembaga terkait terus ditingkatkan untuk mengawal mutu pendidikan dan menekan angka anak putus sekolah.

Baca Juga  Kerja Bakti Serentak di RSP Sebatik : Wujud Kebersihan Bersama di Lingkungan Kerja

“Kita sudah ada kerja sama dengan Kemenag. Jangan sampai ada anak yang putus sekolah,” tuturnya. (*/Hai)

Bagikan:

Ads - After Post Image

Topik

Ads - Before Footer