Kaltara a1. Com, Tanjung Selor – Keberhasilan sebuah daerah dalam mengelola sektor pertanian dan kesejahteraan masyarakat tentu tidak lahir dalam sekejap.
Diperlukan kerja keras, konsistensi program strategis, serta kolaborasi lintas sektor yang kuat agar ketahanan pangan daerah terus berada di jalur yang progresif. Berbagai upaya kolektif tersebut kini mulai menampakkan hasil nyata yang berdampak langsung pada kestabilan hidup masyarakat di Bumi Benuanta.
Berdasarkan data resmi pemerintah daerah, Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Provinsi Kalimantan Utara menunjukkan tren positif yang membanggakan setelah merangkak naik secara signifikan.
Capaian ini merefleksikan efektivitas dari berbagai program penguatan ekonomi kerakyatan dan perlindungan sosial yang digagas secara berkesinambungan.
Menanggapi lonjakan positif indeks tersebut, Kepala DPKP Kaltara, Ir. Wahyuni Nuzband, M.A.P., memaparkan perkembangan statistik skor ketahanan pangan daerah secara transparan.
”Untuk diketahui bersama, Indeks Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Utara mengalami peningkatan yang sebelumnya sebesar 71,57 poin di tahun 2024 menjadi 72,56 poin pada tahun 2025,” ungkap Kepala DPKP Kaltara, Ir. Wahyuni Nuzband, M.A.P.
Ia juga menegaskan bahwa pencapaian angka tersebut merupakan buah dari komitmen bersama dalam mengoptimalkan sektor pangan.
”Ini adalah salah satu bukti nyata usaha kita dalam meningkatkan ketahanan pangan untuk kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Utara,” lanjut Ir. Wahyuni Nuzband, M.A.P.
Sebagai penutup, ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk terus menjaga momentum positif ini demi masa depan daerah yang lebih cemerlang.
”Mari kita tingkatkan kesejahteraan masyarakat demi mewujudkan Provinsi Kalimantan Utara yang semakin maju, makmur dan berkelanjutan,” pungkas Ir. Wahyuni Nuzband, M.A.P.
Capaian gemilang ini sekaligus menjadi motivasi kuat bagi pemerintah daerah beserta jajarannya untuk terus memperkokoh kemandirian pangan di masa mendatang.





