Ratusan Penggiat UMKM Di Bulungan Hadiri Seminar Bisnis Helmy Yahya

redaksi

Ads - After Post Image

kaltaraa1.comTANJUNG SELOR – Dengan penuh antusias, ratusan peserta yang mayoritas para pelaku usaha menengah kecil dan mikro (UMKM) mengikuti seminar bisnis, dengan narasumber ternama Helmy Yahya di Ruang Tenguyun Kantor Bupati Bulungan, Minggu (22/10/2023).

Diawali dengan sharing session oleh dr Maharani Ayu, entrepreneur lokal Kaltara, yang sekaligus pemilik klinik kecantikan, Ayysthetic Skin and Laser di Tanjung Selor, acara seminar sehari ini dilanjutkan dengan sesi utama, yang diisi langsung oleh Helmy Yahya.

Helmy menyebut, ada tiga kunci kesuksesan menjadi pengusaha. Termasuk bagi pelaku usaha kecil menengah.

Kreatif, kerja keras dan pantang menyerah. Demikian tiga kunci utama yang menjadi atensi, agar usaha sukses.

Kreatif. Menurut Helmy, menjadi pengusaha harus berpikiran beda. Memiliki banyak ide.

Pengusaha harus berpikir out of the box. Yaitu, bagaimana kita dapat berpikir dari sudut pandang yang lain sehingga berbeda dengan kebanyakan orang.

“Beda sedikit lebih baik, dari pada lebih baik. Artinya, jangan berpikiran sama, tidak perlu harus lebih baik. Tapi beda itu lebih baik, dari pada lebih baik. Hal yang beda, itu yang menarik orang,” ungkap presenter gaek yang dikenal dengan kuis siapa berani itu.

Kunci kedua, lanjut pria yang pernah menjabat sebagai direktur utama TVRI itu, adalah kerja keras. Menjadi pengusaha sukses, harus mau kerja keras.

Ada quotes menarik disampaikan Helmy Yahya. Orang sukses tidak santai, orang santai tidak sukses. Artinya, tidak ada orang sukses yang bekerja dengan santai. Begitu pula sebaliknya, tidak ada orang yang terlalu santai bisa sukses.

Yang terakhir, sebutnya, pengusaha harus kuat. Pantang menyerah. Berdasar pengalaman, dalam melakukan usaha, kata pria 60 tahun yang masih enerjik itu, tidak semua berjalan mulus. Pasang surut, jatuh bangun, dan berbagai tantangan pasti ada.

“Mengalami kerugian, dibohongi orang, jatuh bangun itu hal biasa. Kalau mau sukses, jangan sampai saat jatuh langsung menyerah. Tapi harus kuat, pantang penyerah. Itu kunci jadi sukses,” kata Helmy sembari berbagi pengalamannya beberapa kali jatuh dari usaha, hingga akhirnya bisa sukses seperti sekarang.

Dia menyebut, salah satu penyebab kegagalan dalam berbisnis atau melakukan usaha, adalah salah menganalisa diri. Oleh karena itu, mengenal kemampuan diri sangat lah penting.

“Kita perlu mengenal 3P. Apa itu paham, personel dan piawai. Paham, jangan melakukan usaha yang kita tidak paham.
Lakukan usaha yang Anda pahami. Kedua personel, kenali diri anda. Kekurangan kita di mana, kalau kalah di akutansi, cari kolaborasi yang pandai akutansi. Yang tidak pintar promosi, cari rekan yang pandai promosi. Manfaatkan influenzer, untuk promosi digital. Itu penting di era sekarang,” bebernya.

Dalam membuka usaha, jika ingin berkembang baik, menurut Helmy harus dilakukan dengan berkolaborasi. Tidak bisa dilakukan hanya sendirian.

“Buka usaha kalau sendiri, sulit berkembang. Beda jika dilakukan dengan berkolaborasi, akan cepat maju. Karena akan banyak ide, saling mengisi kekurangan,” kata Helmy.

Di lanjut pada sesi berikutnya, Helmy Yahya menyampaikan materi tentang personal branding.

Menurutnya, personel branding sangat dipenting bagi pelaku usaha. Bahkan bukan hanya di dunia bisnis saja, sebagai salah satu membangun kepercayaan kostumer maupun klien, personel branding juga diperlukan bagi pegawai pemerintah, maupun pelaku politik.

Lebih lanjut, Helmy Yahya menuturkan pada dasarnya, menjadi orang yang menonjol dalam suatu komunitas menjadi faktor penting. Dengan begitu, akan muncul rasa nyaman dalam diri sehingga kemudian menghasilkan rasa percaya diri untuk menunjukkan sesuatu yang terbaik.

“Percayalah, orang yang sukses dalam bidang apapun adalah orang yang terpilih. Kita harus jadi orang yang terpilih itu,” ujar Helmy.

Selain itu, faktor lain yang penting guna menunjang personal branding demi keberlangsungan karier, ialah memanfaatkan setiap peluang yang ada semaksimal mungkin. Untuk itu, siapa pun harus mampu membuktikan bagaimana cara agar menjadi yang terpilih, kuncinya adalah diferensiasi.

Helmy juga melanjutkan, Personal Branding terbentuk dari sejumlah poin, yaitu prestasi, tingkat pendidikan, penampilan, peristensi, dan integritas. Ia lantas menegaskan, Personal Branding tidak boleh palsu atau dikenal dengan istilah fake.

Tak sampai di situ, menurut Helmy Yahya, Personal Branding harus dibangun atas keahlian yang dimiliki. Makanya, dengan kesadaran atas poin plus yang dimiliki, setiap orang harus bersungguh-sungguh menonjolkan keunggulan yang dimiliki.

“Sukses dibentuk dari kesungguhan. Tidak ada tempat untuk yang setengah-setengah,” tegasnya.

Terakhir, namun yang tak kalah penting bagi Helmy Yahya, rahasia Personal Branding adalah koneksivitas. Kemampuan yang dimiliki haruslah diketahui dan tersampaikan pada oleh orang banyak.

Seminar UMKM dengan tema scale up ini, diikui oleh ratusan peserta. Mereka kebanyakan para pelaku UMKM dari berbagai bidang usaha.

Seminar dibuka oleh Asisten II Setkab Bulungan Ibramsyah, dan dihadiri oleh Kepala Disperindagkop Bulungan Errin Wiranda. (*)

Bagikan:

Ads - After Post Image

Topik

Tinggalkan komentar