ASN Pose Lima Jari di Kegiatan Hasan Basri Akan Ditelusuri, Bawaslu Kaltara Serahkan ke Gakkumdu Malinau

redaksi

Ads - After Post Image

Kaltaraa1.comTANJUNG SELOR – Ketua Bawaslu Provinsi Kalimantan Utara, Rustam Akif mengatakan, kasus ASN yang didapati berpose lima jari pada kegiatan Anggota DPD RI dapil Kaltara, Hasan Basri, diserahkan ke Sentra Gakkumdu Kabupaten Malinau.

Keputusan penyerahan kasus ini berdasarkan Hasil Rapat Pleno yang dilaksanakan Bawaslu Kaltara.

“(Berdasarkan) hasil Pleno, kami serahkan ke Gakkumdu Malinau, karena lokusnya di Malinau,” kata Rustam Akif (21/12).

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi Bawaslu Kaltara, Fadliansyah menambahkan, Bawaslu Malinau telah diminta melakuka penelusuran terhadap ASN terkait.

“Mengenai hal tersebut, Bawaslu Kaltara teruskan ke Bawaslu Malinau untuk dilakukan penelusuran, mengingat di foto tersebut ASN Malinau,” jelas Fadliansyah.

Sebelumnya, penyerahan secara simbolis beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) di Provinsi Kalimantan Utara oleh Ketua Komite III DPD RI, Hasan Basri, disisipi agenda foto bersama dengan gaya tangan lima jari.

Pose foto tersebut merupakan nomor urut Hasan Basri pada pemilu tahun depan. Hasan Basri tercatat kembali menjadi calon senator dari daerah pemilihan (dapil) Kalimantan Utara dengan nomor urut lima.

Dari penelusuran media, pose foto bernuansa kental kampanye ini berlangsung di lingkungan sekolah negeri milik pemerintah. Sejumlah ASN bahkan turut serta dalam foto bersama dengan pose tangan lima jari.

Tindakan ASN bersangkutan antara lain diduga kuat melanggar Surat Keputusan Bersama (SKB) Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Netralitas Pegawai ASN Dalam Penyelenggaraan Pemilu.

Total ada sembilan gaya foto yang dilarang dalam masa kampanye ini. Salah satunya gaya tangan lima jari seperti yang diperagakan ASN dalam agenda penyaluran beasiswa itu.

Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Utara, Rustam Akif mengatakan, pose foto yang dilakukan ASN dalam agenda penyaluran beasiswa ini menunjukkan ketidaknetralan bersangkutan dalam agenda pemilu.

“ASN sudah jelas harus netral, dengan adanya simbol simbol tersebut (pose foto lima jari), berarti sudah tidak netral kan, apalagi ini sudah memasuki masa kampanye,” kata Rustam melalui sambungan telepon (12/12).

Pose tangan lima jari yang dilakukan ASN ini merupakan simbol yang sangat berbahaya terkait netralitas mereka. Oleh sebab itu, pemerintah sudah dari jauh hari memberikan larangan penggunaan sejumlah pose ketika berfoto.

“Pertimbangannya itu (menunjukkan ketidaknetralan ASN), karena ada beberapa gaya foto yang bisa menjadi kode kode untuk menampilkan keberpihakan pada salah satu peserta pemilu,” pungkasnya.

Bagikan:

Ads - After Post Image

Topik

Tinggalkan komentar