Pengembangan Teknologi Jadi Tantangan

redaksi

Ads - After Post Image

Kaltaraa1.comTANJUNG SELOR – Balai adat merupakan sarana pengembangan sekaligus pelestarian budaya, termasuk di Bulungan. Belum lama ini, Wakil Bupati Bulungan Ingkong Ala, meresmikan Balai Adat sekaligus sanggar seni di Desa Paru Abang, Kecamatan Sekatak. Dalam kesempatan itu ia turut mengingatkan agar pelestarian budaya harus dilakukan, ditengah tantangan perkembangan teknologi saat ini.

“Ada sejumlah balai adat yang ada, balai adat tersebut sebagai wahana dan tempat untuk mengajarkan, mengamalkan, dan menularkan nilai-nilai adat istiadat serta seni budaya,” ujarnya.

Seperti diketahui, sebagai balai adat Paru Abang, juga bisa mengakomodir dan mengembangkan adat Dayak Bulusu kepada generasi penerus. Dukungan bersama perlu dilakukan, sebagai dukungan yang positif atas keberadaan balai adat sekaligus sanggar seni, diantaranya yang ada di Desa Paru Abang.

“Pelestarian budaya, juga mendukung salah satu misi pembangunan di Kabupaten Bulungan, yakni meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, cerdas, berkarakter dan berdaya saing, salah satunya melalui karakter adat seni serta budaya yang dipenuhi kearifan lokal,” jelasnya.

Ingkong Ala, tak menampik, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi sekarang ini juga menjadi tantangan, derasnya aliran informasi berisi budaya dari berbagai belahan dunia yang dapat diakses dengan mudah melalui gawai atau smartphone. Meskipun, tidak semua budaya, perilaku maupun cara hidup yang ditampilkan tersebut, cocok atau sesuai dengan adat istiadat maupun budaya Bangsa Indonesia. Hal tersebut menyebabkan nilai-nilai adat dalam keseharian maupun identitas adat pada generasi penerus terlihat semakin luntur dari hari ke hari.

“Dengan keberadaan balai adat sekaligus sanggar seni ini, saya berharap dapat menanamkan nilai dan kearifan budaya kepada generasi penerus agar dapat meresap dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Ia menambah, pelestarian budaya sangat penting guna memastikan tercapainya masyarakat yang maju tanpa harus kehilangan identitas di masa depan. Masyarakat yang dapat terus berkarya dan tidak terpengaruh pada adat dan budaya bangsa lain yang tidak sesuai dengan budaya lokal daerah.

“Maksimalkan balai adat sekaligus sanggar seni yang ada untuk generasi muda. Tularkan kepada mereka nilai-nilai adat kita agar dapat terus Lestari,” pungkasnya.

Bagikan:

Ads - After Post Image

Topik

Tinggalkan komentar