Nama Sigit Muryono Ramaikan Bursa Bakal Calon Wagub Kaltara

redaksi

Ads - After Post Image

Kaltaraa1.conTANJUNG SELOR – Nama Dr. Sigit Muryono M.Pd., Kons, belakangan turut meramaikan bursa bakal calon Wakil Gubernur Kalimantan Utara 2024. Sebagaimana diketahui, Sigit Muryono pernah berkarir di Pemprov Kaltara sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) pada tahun 2017 sampai 2020.

Selain itu, Sigit juga pernah berkontestasi dalam Pilkada Bulungan 2020. Kala itu, Sigit sebagai calon bupati berpasangan dengan Markus Juk sebagai calon wakil bupati. Pasangan ini diusung oleh PDI Perjuangan, Partai Amanat Nasional, Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Persatuan Pembangunan.

Saat dihubungi media kemarin malam (3/6), Sigit menyampaikan salam dan hormat kepada sejumlah pihak yang menginginkan dirinya maju di Pilkada Kaltara. Namun demikian, Sigit mengatakan, dengan tanpa mengurangi rasa hormat, dia meminta agar mencari figur lain terlebih dahulu.

“Sampaikan salam hormat dan salam kembali kepada yang menginginkan saya (sebagai bakal calon Wagub Kaltara), tapi cari yang lain dulu lah, kalau saya kayaknya kurang tepat, belum untuk kesana,” kata Sigit.

Lanjut Sigit, dia baru saja dikukuhkan bersama Jajaran Pengurus Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Masa Bakti 2023 – 2028 lainnya oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo di Istana Negara.

Dalam susunan kepengurusan tersebut, Sigit tercatat sebagai Wakil Ketua Kwarnas Bidang Pembinaan Anggota Muda.

“Saya barusan ketemu Pak Jokowi dalam pengukuhan Kwarnas, kalau saya langsung tinggal sekarang, marah nanti Pak Presiden,” ujarnya.

Selain berkarir di Kwarnas Gerakan Pramuka, Sigit mengaku kembali aktif di dunia kampus. Pada laman pangkalan data pendidikan tinggi, Sigit tercatat memiliki jabatan fungsional Lektor Kepala di Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka.

“Saya sekarang sehari hari kembali jadi dosen,” imbuhnya.

Secara umum, keputusan untuk maju sebagai kontestan pilkada disebut butuh persiapan yang matang. Banyak hal yang harus dipertimbangkan dan dimatangkan ketika menargetkan kemenangan.

“Mulai dari yang mendorong dan mendukung siapa, pasangannya siapa, sampai diusung partai apa, itu semua perlu diskusi yang panjang,” jelasnya.

Bagikan:

Ads - After Post Image