Orang Tua Diharap Rutin Pantau Tumbuh Kembang Anak

redaksi

Kaltaraa1.comTANJUNG SELOR – Para orang tua diharap untuk rutin memantau pertumbuhan dan perkembangan anak mereka. Utamanya pada anak dengan usia di bawah lima tahun atau biasa disebut balita.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada DP3AP2KB Provinsi Kalimantan Utara, Deddy Prasetya Noor menjelaskan, keaktifan orang tua juga penting dalam memantau pemenuhan gizi seimbang pada asupan sehari hari.

Hal hal tersebut akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak yang sehat dan berkualitas. Selain itu, turut mencegah anak mengalami penyakit stunting dan lainnya.

Baca Juga  Optimalisasi Peran Tenaga Penyuluh Lapangan PKB atau PLKB dalam Penurunan Stunting di Kalimantan Utara

“Keaktifan dan kesadaran orang tua sangat penting, kuncinya ada di mereka karena yang sehari hari bersama anak di rumah,” kata Deddy pada pekan ini.

Pemerintah melalui stakeholder terkait sudah menyediakan fasilitas layanan kesehatan dan pemantauan tumbuh kembang anak. Masyarakat sampai akar rumput diberi kemudahan untuk memperolehnya.

“Posyandu itu salah satu bentuk upaya pemerintah dalam mencegah anak mengalami stunting atau penyakit lainnya. Tentu kami berharap para orang tua rutin membawa anaknya ke Posyandu,” paparnya.

Baca Juga  Pernikahan Usia Dini Picu Berbagai Potensi Permasalahan

“Di sana ada pemeriksaan rutin, penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan dan lainnya. Jadi anak kita terpantau tumbuh kembangnya bagaimana,” jelasnya melanjutkan.

Apabila berat badan anaknya tidak naik atau turun, orang tua diingatkan agar segera konsultasikan ke petugas kesehatan atau kader di posyandu. Terlebih saat ini, dimungkinkan untuk melakukan konsultasi menggunakan layanan pesan singkat daring.

“Kalau sudah tahu timbangannya turun segera lapor. Jangan menunggu didatangi (kader posyandu), harus ada kesadaran,” ujarnya.

Baca Juga  Pendapat Akhir Pemkab Nunukan Terhadap Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Daerah

Deddy turut berpesan kepada petugas Puskesmas, kelurahan dan kecamatan agar senantiasa mengecek dengan seksama kondisi ibu hamil dan gizi balita di wilayahnya. Dengan pengukuran dan intervensi pencegahan stunting yang dilakukan, anak-anak Kaltara ditarget menjadi generasi yang berkualitas untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Mudah-mudahan semua upaya yang dilakukan pemerintah berjalan lancar. Semoga semua anak-anak tumbuh sehat, cerdas, kuat, dan memiliki budi pekerti yang baik,” pungkasnya. (adv)

Bagikan:

Ads - After Post Image

Topik

Ads - Before Footer