Percepatan Pengentasan Kemiskinan di Kalimantan Utara Melibatkan Sinergitas OPD

redaksi

KaltaraA1.com,TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) semakin fokus pada upaya percepatan pengentasan kemiskinan dengan melibatkan sinergitas antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Menurut Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Utara, Obed Daniel, setiap OPD memiliki peran strategis dalam merancang dan melaksanakan program kegiatan yang mendukung pengentasan kemiskinan di daerah.

Obed Daniel menjelaskan bahwa selama ini Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda-Litbang) telah berperan sebagai leading sector yang mengarahkan semua OPD untuk menyusun program-program yang sejalan dengan upaya pengentasan kemiskinan.

Baca Juga  BTN Tarakan Serahkan Manfaat Program PPO Berupa 1 Unit Mobil, 1 unit Macbook, dan 1 unit Tablet Galaxy Samsung kepada PDAM Danum Benuanta Bulungan

“Penting bagi setiap OPD untuk memastikan bahwa program mereka tidak hanya relevan dengan sektor masing-masing, tetapi juga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat yang kurang mampu,” ungkapnya pada pekan ini.

Beberapa contoh konkret dari sinergitas tersebut adalah program yang dijalankan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop), yang berfokus pada pelatihan keterampilan dan peningkatan kapasitas UMKM.

“Dengan pelatihan ini, diharap UMKM dapat lebih kompetitif dan membantu masyarakat untuk keluar dari garis kemiskinan,” tambah Obed.

Baca Juga  DPRD Kaltara Dukung Seminar Kesehatan untuk Lawan Diabetes dan Penyakit Degeneratif

Di sektor pertanian, Dinas Pertanian juga berperan penting dengan memberikan bantuan peningkatan produksi serta jaminan harga panen kepada para petani. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani dan mengurangi angka kemiskinan di daerah.

Sementara itu, Dinas Sosial (Dinsos) Kaltara memiliki peran dalam mengawal penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Kami memastikan bahwa bantuan sosial disalurkan dengan tepat sasaran, serta mengawal akuntabilitas data penerima bantuan. Selain itu, kami juga menyediakan program pemberdayaan sosial, seperti Program Usaha Ekonomi Produktif yang dapat membantu individu maupun kelompok untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Obed Daniel.

Baca Juga  Anggaran 18 Miliar untuk SOA (Subsidi Ongkos Angkut) di Perbatasan Nunukan dan Malinau Sudah Berjalan

Tujuan dari semua program ini adalah untuk mengeluarkan warga yang kurang mampu dari garis kemiskinan dan memberikan mereka kesempatan untuk memiliki kehidupan yang lebih baik melalui peningkatan keterampilan, pendapatan, dan akses terhadap berbagai bentuk bantuan sosial yang tepat sasaran. (adv/RND)

Bagikan:

Ads - After Post Image

Topik

Ads - Before Footer