Kaltara a1. Com, TANJUNG SELOR – Kabupaten Nunukan kembali dinobatkan sebagai daerah dengan pengelolaan sampah terbaik di Kalimantan Utara. Penilaian ini berdasarkan pendampingan yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kaltara ke lima kabupaten-kota selama tahun ini.
Kepala DLH Kaltara Hairul Anwar, melalui Penelaah Teknis Kebijakan Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas, Yoga Wiranoto, mengatakan bahwa Nunukan konsisten menunjukkan kinerja terbaik dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, Nunukan juga pernah meraih Piala Adipura kategori kota sedang dari Kementerian Lingkungan Hidup.
“Dari segi peringkat, Nunukan memang yang paling bagus. Trennya juga stabil sejak tahun-tahun sebelumnya dan sudah pernah dapat Piala Adipura,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.
Menurut Yoga, prestasi Nunukan menjadi dorongan bagi pemerintah provinsi untuk membantu daerah lain agar bisa menyusul capaian serupa.
“Ini juga menjadi tantangan kami ke depan. Tidak hanya Nunukan, kita ingin kabupaten-kota lain juga bisa meraih Adipura,” tambahnya.
Keberhasilan Nunukan juga terlihat dari porsi bantuan keuangan berbasis ekologi (Bankyu) yang diterimanya. Dari total anggaran Bankyu provinsi sebesar Rp5–7 miliar per tahun, Nunukan mendapatkan lebih dari Rp1 miliar, dan menjadi yang terbesar dibanding daerah lainnya. Penilaian bantuan ini sepenuhnya didasarkan pada kinerja pengelolaan persampahan.
Bantuan tersebut digunakan untuk memperkuat program-program lingkungan hidup, terutama pengelolaan sampah dan pengendalian kebakaran. Salah satu inovasi Nunukan adalah mendaur ulang botol plastik menjadi pelampung untuk kebutuhan industri rumput laut. Meski produksi baru memenuhi sekitar 10 persen dari kebutuhan, program ini dinilai efektif mengurangi sampah plastik di wilayah tersebut.
Dengan capaian ini, Nunukan kembali menjadi contoh keberhasilan pengelolaan sampah di Kaltara, sekaligus menjadi motivasi bagi daerah lain untuk meningkatkan kinerjanya. (adv/Erc)





