DLH Kaltara Dorong Perubahan Pola Pikir Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah

redaksi

Kaltara a1. Com, TANJUNG SELOR – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menyoroti tantangan pengelolaan sampah yang terus meningkat seiring pertambahan jumlah penduduk serta perubahan pola dan gaya hidup masyarakat.

Kepala DLH Kaltara, Hairul Anwar, mengatakan salah satu kendala utama yang kerap muncul adalah persepsi masyarakat terkait sampah yang dinilai tidak terangkut, meskipun pihaknya telah mengoptimalkan sumber daya yang tersedia.

“Salah satu tantangan yang kami hadapi adalah persepsi masyarakat. Terkadang masyarakat hanya melihat satu atau dua titik sampah yang belum terangkut, tanpa memahami bahwa armada dan petugas kami sudah bekerja secara maksimal,” ujar Hairul Anwar, belum lama ini.

Baca Juga  Ida Budi Gunadi Sadikin Kukuhkan Pengurus DWP Kaltara Masa Bakti 2024 – 2029

Ia menjelaskan, dengan keterbatasan jumlah personel dan armada pengangkut, DLH Kaltara harus mengatur penggunaan sumber daya secara efisien agar seluruh wilayah layanan tetap terjangkau.

Hairul juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir dan kedisiplinan masyarakat, khususnya dalam membuang sampah sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

“Kami menganjurkan masyarakat membuang sampah sebelum pukul 07.30 Wita, karena armada pengangkut mulai beroperasi sekitar waktu tersebut. Jika sampah dibuang di luar jam itu, maka akan menumpuk hingga keesokan harinya dan menimbulkan kesan seolah-olah sampah tidak diangkut,” jelasnya.

Baca Juga  Piala Bergilir Diserahkan, Pemukulan Bedug Dilakukan, STQH 1 Dan MTQ Muallaf 5 Kaltara Resmi Digelar

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, DLH Kaltara juga secara rutin melaksanakan sosialisasi dan bimbingan teknis (bimtek) terkait pengelolaan sampah.

“Kami terus mengedukasi masyarakat melalui pendekatan persuasif. Namun apabila diperlukan, kami juga siap menerapkan operasi justisi sebagai upaya meningkatkan kedisiplinan dan kepatuhan,” tegasnya.

Hairul mengakui bahwa pengelolaan sampah merupakan pekerjaan rumah yang tidak pernah selesai. Kendati demikian, ia optimistis persoalan tersebut dapat ditangani secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga  Bupati HIS: Camp Paskah PKBGT Nunukan Tingkatkan Kebersamaan dan Spiritualitas

“Kami mengharamkan seluruh jajaran untuk merasa jenuh atau menyerah dalam menangani persoalan sampah. Ini adalah tantangan bersama yang harus kita selesaikan demi mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat,” pungkasnya.(*)

Bagikan:

Ads - After Post Image

Topik

Ads - Before Footer