Kaltara a1. Com, TANJUNG SELOR – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan Utara menilai keberadaan Air Quality Monitoring System (AQMS) atau sistem pemantau kualitas udara memiliki peran yang sangat penting, terutama dalam mendukung deteksi dini bencana akibat cuaca di wilayah Kalimantan Utara.
Kepala DLH Kalimantan Utara, Hairul Anwar, mengatakan bahwa AQMS bukan hanya berfungsi untuk memantau kualitas udara sehari-hari, tetapi juga menjadi alat pendukung utama dalam kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana, seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap.
Menurutnya, data yang dihasilkan AQMS dapat dimanfaatkan oleh berbagai instansi, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), untuk mengambil langkah cepat sebelum dampak bencana semakin meluas.
“AQMS ini sangat efektif. Kita sudah membuktikan saat terjadi kabut asap, kondisi kualitas udara bisa langsung terpantau melalui alat ini,” ujar Hairul.
Ia menjelaskan, dengan adanya AQMS, pemerintah daerah dapat memantau perubahan kualitas udara secara real time, sehingga peringatan dini bisa segera disampaikan kepada masyarakat apabila terjadi peningkatan pencemaran udara yang berbahaya bagi kesehatan.
Keberadaan AQMS yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Kaltara juga dinilai sangat membantu DLH dalam memantau kondisi lingkungan di setiap daerah. Data yang terkumpul menjadi dasar dalam menyusun kebijakan lingkungan, termasuk penanganan dampak perubahan cuaca ekstrem.
“Dengan alat ini, kami bisa melihat kondisi udara di berbagai wilayah secara cepat dan akurat. Ini sangat membantu dalam pengambilan keputusan, baik untuk penanganan lingkungan maupun kesiapsiagaan bencana,” jelasnya.
Hairul menegaskan, ke depan DLH Kaltara terus mendorong penambahan dan pemerataan AQMS di seluruh wilayah Kalimantan Utara. Langkah ini dinilai penting mengingat Kaltara memiliki wilayah yang luas serta potensi bencana alam yang berbeda-beda di setiap daerah.
“Intinya, AQMS ini sangat diperlukan dan terbukti efektif. Semakin banyak titik pemantauan, semakin baik pula kesiapan kita dalam melindungi lingkungan dan masyarakat,” pungkasnya.
Dengan pemanfaatan AQMS secara optimal, DLH Kaltara berharap upaya pencegahan dan penanggulangan bencana di Kalimantan Utara dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan berbasis data yang akurat. (adv/Erc)





