Kaltara a1. Com, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kaltara terus mendorong peningkatan kewaspadaan petani terhadap berbagai Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) yang kerap menyerang tanaman padi. Upaya ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjaga produktivitas pertanian serta mendukung keberlanjutan pangan daerah.
Dalam kegiatan sosialisasi yang disampaikan oleh Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), masyarakat tani diajak untuk lebih memahami berbagai jenis hama dan penyakit yang dapat mengancam tanaman padi. Melalui hasil pengamatan langsung di lapangan, para POPT memberikan informasi aktual mengenai kondisi serangan OPT yang ditemukan di sejumlah wilayah sentra padi.
Salah satu materi yang disampaikan adalah pengenalan OPT yang paling sering menyerang padi di Kalimantan Utara, disertai penjelasan mengenai gejala awal serangan yang mudah dikenali. Edukasi ini dikemas dalam bentuk leaflet agar informasi dapat tersampaikan secara sederhana dan mudah dipahami oleh petani.

“Dengan memahami jenis OPT dan mengenali gejalanya secara dini, petani dapat melakukan langkah pengendalian yang tepat sebelum serangan menyebar lebih luas,” demikian penjelasan POPT dalam kegiatan tersebut.
Upaya ini diharapkan dapat menguatkan kesiapan petani dalam menghadapi potensi penurunan produksi akibat OPT. Pemerintah juga menekankan pentingnya kerja sama antara petani dan POPT dalam memantau perkembangan di lahan secara berkala.
Melalui edukasi berkelanjutan ini, Pemprov Kaltara berkomitmen menjaga produktivitas padi tetap stabil serta mendorong kemajuan pertanian yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan.
Mari bersama-sama melindungi tanaman padi dari ancaman hama dan penyakit demi ketahanan pangan Kalimantan Utara yang lebih kuat. (Fhrl/Adv)





