Kaltara a1. Com, TANJUNG SELOR — Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Utara semakin percaya diri menghadapi akhir tahun 2025. Progres pendapatan yang saat ini sudah mencapai 82 hingga 84 persen membuat instansi tersebut optimistis target pendapatan tahun ini bisa terlampaui.
Kepala Dishub Kaltara, Idham Chalid Darmawan, menjelaskan bahwa dua sektor yang menjadi penyumbang terbesar pendapatan Dishub adalah Pelabuhan Tengkayu I SDF (Satu Perairan) dan KWL 7. Dari keduanya, Pelabuhan Tengkayu I memberikan kontribusi paling signifikan.
“Yang paling besar itu dari Tengkayu I. Pendapatannya sudah tembus Rp 7,1 miliar,” ujar Idham pada Rabu (3/11).
Walaupun baru beberapa waktu menjabat, Idham mengaku sudah menelaah laporan pendapatan Dishub dari tahun 2021 hingga 2025. Dari data tersebut, ia melihat pola yang cukup konsisten. Setiap tahun, pendapatan Dishub selalu meningkat di kisaran 16 sampai 20 persen.
“Setiap tahun naik terus. Dan untuk tahun ini, kalau semuanya berjalan sesuai rencana, proyeksinya kembali naik sekitar 16 persen dibanding 2024,” katanya.
Idham menilai tren kenaikan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas masyarakat, terutama pada angkutan laut dan pelayanan pelabuhan. Mobilitas warga yang makin tinggi membuat perputaran sektor transportasi semakin besar, yang secara otomatis berdampak pada pendapatan daerah.
“Mobilitas masyarakat kita terus naik, terutama di jalur laut. Itu yang bikin layanan pelabuhan makin ramai dan pendapatan ikut terdorong,” jelasnya.
Meski begitu, Idham memastikan bahwa selain mengejar target pendapatan, Dishub tetap mengutamakan kualitas pelayanan. Ia menyebut peningkatan pendapatan hanyalah salah satu indikator bahwa layanan transportasi di Kaltara semakin aktif dan dibutuhkan masyarakat.(Slv/Adv)





