Studi Tiru Program Kampung Iklim Lestari: Belajar Langsung dari Juara Nasional di Yogyakarta

redaksi

Kaltara a1. Com, Yogyakarta – Dalam upaya mendorong peningkatan kualitas Program Kampung Iklim (ProKlim) di Kalimantan Utara, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kaltara bersama Kelompok Bank Sampah “Dedur” Bumi Rahayu melaksanakan kegiatan studi tiru. Mereka mengunjungi langsung dua lokasi peraih penghargaan tertinggi ProKlim Lestari dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), yaitu Kelurahan Cokrodiningratan (Kota Yogyakarta) dan Desa Sukunan (Kabupaten Sleman).

Kunjungan ini bertujuan untuk menggali praktik terbaik dan inovasi yang telah diimplementasikan kedua lokasi tersebut, sebagai bahan acuan untuk membina daerah binaan di Kaltara. Saat ini, DLH Kaltara bersama “Dedur” tengah membimbing Desa Tanjung Karang di Nunukan dan Desa Bebatu di Tana Tidung untuk mengikuti penilaian ProKlim Lestari tingkat nasional.

Baca Juga  Hahal Bihalal Bubuhan Banjar, Gubernur Kaltara Serukan Semangat Kebersamaan

Di Kelurahan Cokrodiningratan, tim studi tiru mengamati sejumlah program unggulan yang menjadi kunci kesuksesan. Antara lain, pengelolaan bank sampah, inovasi biopori tumpuk untuk resapan air, urban farming di lahan padat pemukiman, serta inovasi ketahanan pangan melalui budidaya ikan lele dalam ember (lele codet).

Sementara itu, Desa Sukunan memukau dengan model pengelolaan sampah mandiri yang telah berskala komersial bahkan menembus pasar internasional. Berbagai produk daur ulang dihasilkan, seperti tas dari limbah plastik, batako dinding dari sterofoam, komposter sederhana, hingga inovasi penghangat air dari bahan rumah tangga biasa.

Baca Juga  Ketua DPRD Kaltara Apresiasi Acara Karya Kreatif Benuanta (KKB) 2025

“Yang patut dicontoh, keberhasilan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim ini ternyata berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat. Kedua lokasi ini kini juga berkembang menjadi desa wisata yang membawa kemakmuran bagi warga,” ujar perwakilan tim studi tiru. Hal ini sejalan dengan tujuan utama ProKlim, yang tidak hanya fokus pada kelestarian lingkungan, tetapi juga peningkatan nilai ekonomi dari setiap aksi yang dilakukan.

Dari studi tiru ini, tim juga mengidentifikasi kendala kunci yang dihadapi di lokasi binaan Kaltara, yaitu konsistensi sumber daya manusia dalam menjalankan aksi iklim berkelanjutan. Untuk itu, diperlukan peran katalis dari kelompok, lembaga, atau penyuluh yang dapat melakukan pembinaan secara intensif dan berkelanjutan.

Baca Juga  Mentan Targetkan Kaltara Capai Tiga Kali Panen Padi dalam Setahun, Pemprov Siap Perkuat Irigasi dan Produktivitas Pertanian

“Dengan pembelajaran langsung dari yang terbaik ini, kami berharap dapat menerapkan strategi dan motivasi yang efektif untuk mendorong Desa Tanjung Karang dan Desa Bebatu meraih prestasi serupa, sekaligus menggerakkan lebih banyak lokasi di Kaltara untuk berpartisipasi dalam ProKlim,” pungkasnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik lahirnya lebih banyak Kampung Iklim Lestari di Kalimantan Utara, yang berkontribusi pada aksi iklim nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Jun/Adv)

Bagikan:

Ads - After Post Image

Topik

Ads - Before Footer