Kaltara A1. Com, TANJUNG SELOR — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Utara memprioritaskan perbaikan serta peningkatan kualitas sarana dan prasarana (sapras) olahraga di tiga wilayah kabupaten/kota pada tahun anggaran ini. Fokus pembenahan infrastruktur tersebut menyasar fasilitas olahraga di Kabupaten Nunukan, Kabupaten Tana Tidung (KTT), dan Kota Tarakan.
Proyek perbaikan fisik ini merupakan wujud nyata sinergi antara pihak pemerintah daerah (eksekutif) bersama dewan perwakilan rakyat (legislatif). Seluruh pendanaan program penataan fasilitas olahraga tersebut bersumber dari dana hibah Pokok Pikiran (Pokir) atau jaringan aspirasi para anggota DPRD Provinsi Kaltara.
Kepala Bidang Olahraga Dispora Kaltara, Muhammad Husni, merinci sejumlah titik krusial fasilitas olahraga yang masuk dalam daftar revitalisasi tahun ini berdasarkan usulan keterwakilan legislatif:
- Wilayah Sebatik, Kabupaten Nunukan: Fokus pada peningkatan kualitas lapangan bola voli, yang bergerak berdasarkan jalur aspirasi anggota dewan, Tamara.
- Kota Tarakan: Difokuskan untuk perbaikan dan penyempurnaan fasilitas penunjang cabang olahraga sepatu roda, yang dikawal melalui aspirasi anggota dewan, Adhinata.
- Kabupaten Tana Tidung (KTT): Diarahkan untuk pembangunan serta optimalisasi sarana Gedung Serba Guna (GSG) demi memfasilitasi cabang olahraga bulutangkis, yang diserap lewat aspirasi anggota dewan, Feny.
Husni menegaskan, meski mekanisme pendanaan ini berstatus sebagai dana hibah di mana tanggung jawab mutlak penggunaan anggaran berada di tangan pihak penerima manfaat Dispora Kaltara berkomitmen untuk tetap mengawal ketat jalannya proyek. Pihak dinas akan menerjunkan tim secara berkala guna melakukan monitoring dan evaluasi (monev), baik dari segi fisik di lapangan maupun pemenuhan kelengkapan administrasi berkas.
Langkah akselerasi pembangunan fisik ini dinilai sebagai bagian dari strategi jangka panjang berskala besar Pemprov Kaltara. Dengan menyediakan fasilitas tanding dan latihan yang mumpuni hingga ke tingkat daerah, diharapkan mampu menjadi stimulan kuat dalam menunjang program pembinaan atlet-atlet usia dini yang potensial dan berprestasi di masa depan.





