Kaltara a1. Com, MALINAU — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Malinau mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kesehatan akibat kabut asap yang ditimbulkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Malinau, Yuli Triana, S.Sos., M.Si., menyampaikan imbauan tersebut seiring meningkatnya potensi paparan asap yang dinilai berisiko menurunkan kualitas udara serta mengganggu kesehatan warga.
Masyarakat diminta memperketat protokol kesehatan mandiri saat beraktivitas sehari-hari, terutama ketika konsentrasi asap di udara mulai meningkat.
”Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan batasi aktivitas di luar, terutama saat kualitas udara buruk,” kata Yuli Triana.
Selain menggunakan masker dan membatasi kegiatan di luar rumah, masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih serta mengonsumsi makanan bergizi seperti buah dan sayur guna menjaga imunitas tubuh. Warga juga diminta menjaga kebersihan diri dengan segera mandi dan membersihkan wajah setelah beraktivitas di luar rumah.
Yuli menegaskan agar warga tidak mengabaikan gejala penyakit yang muncul akibat paparan asap. Masyarakat yang mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, atau sakit tenggorokan diimbau segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Di samping langkah pencegahan kesehatan, masyarakat diajak berperan aktif mencegah munculnya titik api baru dengan tidak membakar hutan, lahan, maupun sampah, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan. Metode pembukaan lahan tanpa bakar juga didorong agar diterapkan karena lebih aman dan ramah lingkungan.
Apabila menemukan adanya indikasi atau kejadian kebakaran hutan dan lahan di sekitarnya, warga diminta untuk segera melaporkan ke aparat terdekat, BPBD Kabupaten Malinau, atau memanfaatkan panggilan darurat ke nomor 112. (*/Hai)





