kaltara a1. com, Tana Tidung- Pemerintah Kabupaten Tana Tidung terus menaruh perhatian serius terhadap keandalan infrastruktur jalan yang menghubungkan kawasan Pelabuhan Sebawang di Kecamatan Sesayap menuju Simpang Seludau di Kecamatan Sesayap Hilir. Sebagai bentuk penanganan awal, pemerintah daerah memulai proyek pemeliharaan bertahap dengan memfokuskan perbaikan pada titik-titik kerusakan terparah menggunakan metode pengecoran rigid beton. Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Tana Tidung, Didakus Pito, menegaskan bahwa penguatan struktur fondasi bawah ini merupakan langkah krusial yang wajib diselesaikan sebelum jalan dapat dilapisi aspal secara menyeluruh.
Dalam tahap pelaksanaan awal, pengerjaan rigid beton difokuskan pada lintasan dari persimpangan Pelabuhan Sebawang hingga ke Sesayap Selor dengan total panjang penanganan mencapai sekitar 400 meter. Kendati demikian, Didakus menjelaskan bahwa pengecoran tidak dilakukan secara terus-menerus dalam satu hamparan panjang, melainkan diterapkan secara parsial atau tersebar pada lokasi-lokasi yang mengalami tingkat kerusakan paling dominan. Penggunaan fondasi beton semen tebal pada titik-titik rentan tersebut dirancang untuk memberikan daya dukung ekstra, sehingga badan jalan siap menerima lapisan aspal panas (overlay) pada tahap pengerjaan berikutnya tanpa risiko kerusakan dini.
Seluruh rangkaian proyek pelapisan ulang aspal dari kawasan Masjid Al Jihad hingga ke arah Simpang Seludau telah resmi dimasukkan ke dalam skema pengerjaan tahun jamak (multiyears). Pemerintah daerah menargetkan proses pengerjaan lanjutan dari skema tahun jamak ini dapat mulai berproses secara bertahap pada Oktober 2026 mendatang. Adapun untuk keseluruhan paket pekerjaan peningkatan kualitas jalan tersebut diproyeksikan bakal rampung secara total pada tahun 2028, sejalan dengan rencana strategis daerah dalam menuntaskan penataan jalan utama dengan lebar rata-rata mencapai 12 meter di luar area bahu jalan dan fasilitas drainase.
Akselerasi perbaikan jalan ini dipicu oleh tingginya volume lalu lintas kendaraan angkutan barang bertonase besar, terutama armada truk pengangkut kelapa sawit yang melintas saban hari. Selama ini, ketidakseimbangan antara kapasitas beban batas jalan dengan muatan angkutan yang lewat menjadi penyebab utama cepatnya penurunan kualitas jalan. Langkah intervensi perkuatan beton ini dipilih guna meminimalisasi kerusakan berulang sekaligus menjadi solusi jangka panjang agar akses transportasi tersebut memiliki daya tahan yang memadai dalam menampung beban kendaraan berat secara berkelanjutan.
Melalui integrasi tahap pemeliharaan, pengecoran rigid beton, hingga proses overlay aspal kelak, Pemkab Tana Tidung optimistis kelancaran mobilitas warga dan konektivitas antarwilayah akan meningkat signifikan. Selain memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengguna jalan, penataan infrastruktur yang representatif ini diharapkan mampu memangkas biaya logistik serta memacu pertumbuhan roda perekonomian masyarakat setempat. Pemerintah mengimbau seluruh pihak untuk mendukung kelancaran proyek ini agar target penyelesaian secara menyeluruh pada tahun 2028 dapat tercapai sesuai rencana.*





