Tanjung Harapan Diproyeksikan Jadi Benteng Percontohan Kerukunan Abadi

redaksi

Kaltara a1. Com, TANJUNG SELOR — Di tengah riak dinamika sosial yang terus berkembang saat ini, Kabupaten Bulungan mengukuhkan komitmen kebangsaannya secara spektakuler. Bupati Bulungan, Syarwani, secara resmi meresmikan kawasan Tanjung Harapan di Jalan Gelatik, Kelurahan Tanjung Selor Hilir, Kecamatan Tanjung Selor, sebagai Kampung Pancasila, Jumat (28/8).

Peresmian ini menegaskan pesan kuat bahwasanya persatuan, kedamaian, dan ketenteraman masyarakat merupakan fondasi mutlak yang tidak dapat ditawar dalam roda pembangunan daerah.

​Dalam penegasannya, Syarwani menyebutkan bahwa pembangunan daerah tidak akan pernah berhasil jika hanya menggantungkan harapan pada pundak pemerintah semata. Diperlukan sinergi total dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat untuk menjaga simpul persaudaraan di atas kebhinekaan. Keberagaman etnis dan agama di Bulungan justru dipandang sebagai modal sosial yang sangat mahal untuk membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.

Baca Juga  Satpol-PP Kaltara Sukses Gelar Bimtek di Tarakan: Dorong Sistem Proteksi Kebakaran yang Responsif dan Terintegrasi

​“Alhamdulillah, sekalipun beragam suku agama yang ada di Kabupaten Bulungan, hari ini kita tetap tumbuh dan hidup bisa berdampingan dengan damai dan kita bersama-sama diikat dalam satu semangat persaudaraan,” ucap Syarwani.

​Bupati Syarwani menyoroti bagaimana nilai-nilai kearifan lokal seperti filosofi Tenguyun menjadi penyatu denyut nadi kehidupan bermasyarakat. Filosofi yang terpatri pada lambang daerah tersebut mencerminkan semangat gotong royong, kebersamaan, dan kekompakan yang berakar kuat pada tradisi lokal lintas suku.

Baca Juga  Festival Sungai Kayan 2023 Dibuka

​“Mungkin kalau dalam bahasa Jawanya agak mirip dengan kata guyup. Dan kalau bahasa Dayaknya, orang di sini sebut sebagai senguyun dan kalau bahasa lokal yang lain adalah tenguyun,” kata Syarwani menjelaskan akar budaya persatuan tersebut.

​Syarwani menilai semangat itu sejalan dengan pengamalan Sila Ketiga Pancasila, yakni Persatuan Indonesia. Kawasan Tanjung Harapan dipilih karena mencerminkan miniatur Indonesia kecil, di mana warga dari berbagai latar belakang agama dan suku mampu hidup berdampingan secara harmonis tanpa sekat. Ia menegaskan keberadaan Kampung Pancasila Tanjung Harapan tidak boleh sekadar berhenti sebagai simbolik belaka, melainkan harus menjadi contoh nyata yang siap direplikasi di berbagai wilayah lain di Kabupaten Bulungan.

Baca Juga  Kawal Pengelolaan APBD 2025, Pemprov Kaltara Gelar Rakor Bersama KPK

​“Pemerintah daerah berkomitmen untuk bagaimana melibatkan secara luas peran serta dari seluruh elemen masyarakat. Karena kita tidak lagi berbicara tentang suku agama di Kabupaten Bulungan, yang kita bicarakan adalah bagaimana warga bergandengan tangan, bersama-sama membangun daerah untuk masa depan anak cucu kita di Kabupaten Bulungan,” tegas Syarwani.

​Guna memastikan penguatan nilai-nilai Pancasila berdampak jangka panjang dan berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Bulungan memasukkan penanaman karakter ini ke dalam sistem pendidikan formal secara berjenjang, mulai dari jenjang TK, PAUD, hingga SLTP, serta merawat kolaborasi aktif bersama organisasi sosial kemasyarakatan di wilayah Bulungan.(*/Hai)

Bagikan:

Ads - After Post Image

Topik

Ads - Before Footer