Fenomena Lamaran Mewah di Tarakan: Pasangan Dokter Teman SMA Sepakati Uang Panai dan Rumah Rp2,2 Miliar

redaksi

Kaltara a1. Com, TARAKAN – Nilai fantastis mencapai Rp2,2 miliar resmi disepakati dalam prosesi lamaran dan penyerahan uang panai (jujuran) untuk pernikahan dua dokter muda, dr. Vebriadam Syahputra Taufik dan dr. Nurul Magfirah, di Tarakan. Pinangan ini mencakup uang tunai sebesar Rp600 juta serta hantaran satu unit rumah dua lantai di Makassar senilai Rp1,6 miliar.

​Kesepakatan nilai hantaran bernilai fantastis tersebut diakui murni merupakan hasil pembicaraan hangat dan kesepakatan kekeluargaan tanpa latar belakang filosofi angka tertentu.

Baca Juga  Penggunaan Gadget Berlebihan Picu Meningkatnya Kasus Gangguan Refraksi pada Anak dan Remaja

​Kakek mempelai pria, Iskandar, menegaskan bahwa penyerahan jujuran dan rumah tersebut diniatkan sebagai hadiah untuk bekal kehidupan rumah tangga kedua calon pengantin.

​”Kita mau mengantar cucu, dr. Vebriadam, yang akan menikah dengan dr. Nurul Magfirah. Kita melamar sekaligus mengantar jujuran,” ujar Iskandar saat prosesi lamaran berlangsung.

​Iskandar merinci bahwa nilai ratusan juta hingga miliaran rupiah tersebut murni hasil diskusi terbuka kedua pihak.
​”Sebenarnya tidak ada filosofinya. Istilahnya ada pertemuan antara keluarga perempuan dan laki-laki, kemudian kita sepakati. Uang tunainya Rp600 juta dan rumah Rp1,6 miliar itu hadiah dari orang tua laki-laki kepada anak,” ungkap Iskandar.

Baca Juga  Pemprov Keluarkan Petunjuk Pelaksanaan Beasiswa Kaltara Unggul 2025, Berikut Persyaratannya

​Pihak keluarga wanita merespons baik niat ikhlas dan nilai hantaran tersebut. Perwakilan keluarga calon mempelai wanita, Sahir, melontarkan nada kelakar saat menyambut penyerahan jujuran tersebut.

​”Adapun tadi bingkisan yang disampaikan, menyatakan bingkisan ala kadarnya. Namun, ini bukan ala kadarnya kayaknya. Ini ada kadarnya. Ada kadarnya ini sangat luar biasa,” seloroh Sahir diiringi suasana hangat dan riuh kebahagiaan keluarga besar.

Baca Juga  DPRD Kaltara Dukung Kehadiran Sekolah Rakyat

​Di balik kemewahan uang panai tersebut, hubungan kedua calon mempelai telah membentang panjang. Sebelum memantapkan diri ke jenjang pernikahan usai menuntaskan studi kedokteran, keduanya bersama-sama menempuh bangku perkuliahan di Makassar. Jauh sebelum itu, ikatan emosional dan kisah cinta dr. Vebriadam dan dr. Nurul sebenarnya telah terjalin sejak mereka masih sama-sama duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). (*/Hai)

Bagikan:

Ads - After Post Image

Topik

Ads - Before Footer