TANJUNG SELOR – Pembangunan gedung permanen Gereja Pantekosta Serikat di Indonesia (GPSDI) Jemaat Imanuel Tanjung Selor mulai memasuki tahap awal setelah dilakukan peletakan batu pertama di Desa Jelarai, Kecamatan Tanjung Selor.
Gembala Sidang GPSDI Jemaat Imanuel Tanjung Selor, Petrus Sahmele, menyampaikan rasa syukur atas dimulainya pembangunan tersebut. Menurutnya, pembangunan gereja merupakan proses panjang yang membutuhkan perjuangan, kebersamaan dan dukungan berbagai pihak.
“Kami sangat berbangga dan bersyukur karena hari ini diberikan kesempatan untuk memulai pembangunan permanen sebagai wadah berkumpul dan menata pelayanan. Semua tidak langsung jadi, semuanya membutuhkan proses dan perjalanan,” ujarnya.
Petrus menyampaikan apresiasi kepada Ketua Komisi I DPRD Bulungan, Rozana Bin Serang, yang dinilai turut memperjuangkan aspirasi masyarakat sehingga pembangunan gereja tersebut memperoleh dukungan melalui dana aspirasi sebagai langkah awal.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Rozana atas perjuangan beliau. Melalui dana aspirasi, diarahkan sebagai langkah awal pembangunan gereja ini. Bagi kami, bantuan tersebut sangat besar artinya,” ungkap Petrus.
Ia berharap dukungan tersebut menjadi awal yang baik bagi kelanjutan pembangunan hingga gedung gereja dapat diselesaikan dan dimanfaatkan secara maksimal oleh jemaat.
Petrus juga mendoakan agar Rozana senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas serta memperjuangkan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Bulungan.
Ketua GPSDI Kalimantan Utara, Yohanes Nande, turut memberikan apresiasi atas perhatian terhadap pembangunan rumah ibadah. Menurutnya, dukungan tersebut menunjukkan kepedulian terhadap kebutuhan umat dalam menjalankan kehidupan keagamaan.
“Kita doakan Ibu Rozana selalu diberikan kesehatan dan terus diberikan kekuatan untuk berjuang serta memperhatikan kebutuhan masyarakat di Bulungan,” kata Yohanes.
Sementara itu, Pembinas Kementerian Agama Kabupaten Bulungan, Martha Are, mengapresiasi pembangunan gedung GPSDI Jemaat Imanuel Tanjung Selor.
Ia menilai perhatian terhadap pembangunan rumah ibadah menjadi bagian penting dalam mendukung kehidupan umat beragama. Martha juga mendorong para hamba Tuhan dan jemaat untuk terus mengembangkan pelayanan gereja.
“Kami mendorong hamba-hamba Tuhan agar gereja terus menjalankan tugasnya, baik secara organisasi maupun sebagai bagian dari kehidupan umat. Kami juga mendorong setiap denominasi gereja untuk terus mengembangkan jemaat dan pelayanan,” ujarnya.
Martha berharap pembangunan GPSDI Jemaat Imanuel berjalan lancar hingga selesai dan nantinya menjadi tempat ibadah yang nyaman bagi jemaat.
“Kita berbangga hati melihat semangat pengembangan jemaat. Kami terus mendorong agar tempat-tempat ibadah dapat berkembang karena ketika ada lokasi dan tempat beribadah, diharapkan ke depan dapat berdiri dengan baik dan megah dengan pertolongan Tuhan,” pungkasnya.





