Kekurangan Guru Agama, Komisi I DPRD Bulungan Minta Kuota CPNS 2026 Diprioritaskan

redaksi

Kaltara a1. Com, TANJUNG SELOR – Kekurangan guru agama di Kabupaten Bulungan menjadi perhatian Komisi I DPRD Bulungan. Kondisi tersebut diharapkan menjadi pertimbangan pemerintah dalam penerimaan CPNS guru pada 2026.

Ketua Komisi I DPRD Bulungan, Rozana Bin Serang, meminta pemerintah pusat memperhatikan kebutuhan tenaga pendidik di daerah, khususnya guru agama yang masih dinilai kurang.

Baca Juga  Deteksi Dini Kebakaran di Gedung Lingkungan Pemprov, Program Yang di Kerjakan Bidang Satlinmas dan Damkar Kaltara Tahun 2025

“Di Bulungan ini masih banyak kekurangan guru, terutama guru agama. Itu sangat kurang. Mudah-mudahan dengan adanya penambahan ini, pemerintah bisa memetakan daerah mana yang betul-betul membutuhkan,” kata Rozana, Senin (28/9).

Menurutnya, pemetaan kebutuhan guru penting dilakukan agar kuota penerimaan CPNS dapat disesuaikan dengan kondisi di masing-masing daerah. Dengan begitu, tenaga pendidik yang diterima nantinya dapat ditempatkan di wilayah yang memang mengalami kekurangan.

Baca Juga  Fraksi Gerakan Indonesia Raya Minta 20 Persen Anggaran Pendidikan di Luar Gaji dan Bankeu Pemerintah Pusat

Rozana berharap penerimaan CPNS, khususnya untuk formasi guru, dapat memberikan tambahan tenaga pendidik sekaligus meningkatkan semangat di dunia pendidikan di Bulungan.

“Kita harap guru benar-benar diperhatikan, terutama wilayah mana yang kekurangan. Dengan begitu, kekurangan guru bisa diisi dan dunia pendidikan di daerah kita tetap berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemenuhan kebutuhan guru juga penting agar para siswa mendapatkan pendidikan dan pendampingan yang baik demi mendukung masa depan generasi muda. (adv/Erc)

Baca Juga  Brang Ilegal Masuk Perbatasan RI,SFQR Lanan NunukanTangkap Ratusan Botol Miras ilegal

Bagikan:

Ads - After Post Image

Ads - Before Footer