Syarwani: Pembangunan Bulungan Harus Berdampak pada Kualitas Hidup Masyarakat

redaksi

Kaltara a1. Com, TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan Syarwani menegaskan pembangunan daerah ke depan tidak cukup hanya mengejar capaian fisik. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan harus memastikan setiap program pembangunan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Hal itu disampaikan Syarwani dalam Rapat Paripurna DPRD Bulungan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-236 Tanjung Selor dan HUT ke-66 Bulungan, Kamis (8/10).

Kepada Radar Kaltara, Syarwani mengatakan, perjalanan pembangunan Bulungan selama 66 tahun telah menghasilkan berbagai capaian. Namun, masih terdapat sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan bersama.

“Memasuki usia ke-66 Bulungan, kita menyadari bahwa masih banyak pekerjaan yang harus kita selesaikan,” kata Syarwani.

Baca Juga  Kampung Pancasila Resmi Berdiri di Bulungan, Ketua DPRD Apresiasi dan Dorong Pengembangan Potensi Warga

Menurutnya, sejumlah sektor masih menjadi agenda penting yang harus diperkuat, mulai dari pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat hingga pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan.

“Pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, penguatan ekonomi masyarakat serta pengembangan sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan merupakan bagian dari agenda yang harus terus kita perjuangkan,” ungkapnya.

Syarwani juga menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam (SDA) secara berkelanjutan serta pemerataan pembangunan antarkawasan. Menurutnya, pembangunan harus menjangkau seluruh wilayah agar manfaatnya tidak hanya dirasakan di kawasan tertentu.

Baca Juga  Bapperida Gelar Lomba Inovasi Daerah 2026, Hadiah Total Rp130 Juta

“Pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, peningkatan kualitas aparatur serta pemerataan pembangunan antarkawasan juga harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, Pemkab Bulungan juga dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Karena itu, digitalisasi pemerintahan dinilai menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Kita dituntut untuk membangun pemerintahan yang semakin adaptif, inovatif dan responsif. Digitalisasi pemerintahan harus terus kita dorong,” katanya.

Selain digitalisasi, pelayanan publik harus semakin mudah dan transparan. Syarwani juga meminta perencanaan pembangunan disusun berdasarkan data dan kondisi riil masyarakat.

Baca Juga  Pansus LKPJ Klarifikasi Hasil Monitoring Bersama OPD, Catatan Rekomendasi Disampaikan Senin

“Pelayanan publik harus semakin mudah dan transparan, sementara perencanaan pembangunan harus semakin berbasis data,” ungkapnya.

Pengelolaan anggaran daerah turut menjadi perhatian. Syarwani menegaskan setiap program harus diarahkan untuk memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat.

“Setiap rupiah anggaran daerah harus diarahkan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari banyaknya program yang direalisasikan pemerintah. Ukuran utamanya adalah perubahan positif yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya seberapa banyak program yang kita laksanakan, tetapi seberapa besar perubahan positif yang dirasakan oleh masyarakat,” jelasnya.

Bagikan:

Ads - After Post Image

Ads - Before Footer