Terisolasi Berpuluh Tahun, Jalan dan Jembatan Perbatasan Kaltara Ditarget Tuntas Tiga Tahun dengan Anggaran Rp32 Triliun

redaksi

Kaltara a1. Com, TANJUNG SELOR — Masyarakat perbatasan RI-Malaysia di Kalimantan Utara (Kaltara) kini berpeluang lepas dari keterisolasian darat setelah pemerintah menargetkan penuntasan seluruh pembangunan konektivitas perbatasan dalam jangka waktu tiga tahun.

Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang, menegaskan komitmen tersebut usai mendampingi kunjungan kerja Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian ke kawasan Krayan, Kabupaten Nunukan. Penuntasan infrastruktur ini akan dimasukkan ke dalam Rencana Induk Pembangunan Jalan Perbatasan periode 2027–2029 dengan total proyeksi anggaran mencapai Rp32 triliun.

Baca Juga  Meningkatkan Kunjungan Balita ke Posyandu: Sinergi Stakeholder untuk Mencapai Cakupan Data e-PPGBM 90 Persen di Kalimantan Utara

“Penyelesaian jalan dan jembatan di perbatasan menjadi kebutuhan penting karena keterbatasan akses darat selama ini berdampak pada distribusi logistik dan harga kebutuhan pokok masyarakat,” ujar Gubernur Zainal.

Langkah percepatan ini berfokus pada penanganan sejumlah ruas jalan vital di wilayah Kabupaten Nunukan dan Malinau. Beberapa titik prioritas penanganan meliputi Jalan Lingkar Krayan, Jalan Malinau-Krayan, serta jalur penghubung Malinau menuju perbatasan Kalimantan Timur. Selain jalan, pembangunan dan perbaikan jembatan penyeberangan di sepanjang koridor perbatasan juga menjadi sasaran utama.

Baca Juga  Wakil Ketua DPRD Kaltara Nasir Sosperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Ini yang Disampaikan

Selama berpuluh-puluh tahun, keterbatasan akses darat memaksa warga perbatasan bergantung sepenuhnya pada transportasi udara dan jalur sungai yang berbiaya mahal. Kunjungan langsung jajaran pemerintah pusat dan daerah ke lapangan ditujukan untuk memastikan perencanaan infrastruktur selaras dengan kondisi objektif di perbatasan.

“Kehadiran Mendagri ke Kaltara membawa angin segar untuk percepatan pembangunan di kawasan perbatasan ini,” kata Gubernur Zainal.

Baca Juga  Kube, Ternak Babi Paling Berhasil di Kaltara

Ia optimistis terbukanya akses jalan darat secara permanen tidak hanya menekan beban biaya hidup warga, melainkan juga menggairahkan perekonomian kawasan terluar Indonesia.

“Konektivitas akses darat yang lebih baik akan memperlancar distribusi barang, membuka akses antar kawasan, serta mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian di wilayah perbatasan ini,” tutur Gubernur Zainal. (*/Hai)

Bagikan:

Ads - After Post Image

Topik

Ads - Before Footer