Disdikbud Kaltara Evaluasi Skema Distribusi Makan Bergizi Gratis Usai Insiden Pelajar Dilarikan ke RS

redaksi

Kaltaraa1.com, TANJUNG SELOR – Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara, Hasanuddin, pagi tadi meninjau SMAN 1 Tanjung Selor usai insiden dua pelajar yang sempat dilarikan ke rumah sakit setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (23/9/2025).

Hasanuddin menyampaikan, kedua pelajar tersebut telah dipulangkan dari rumah sakit pada Senin sore.“Alhamdulillah, kondisi keduanya sudah membaik,” ujarnya.

Terkait insiden tersebut, ia menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap skema distribusi MBG, termasuk pengolahan di dapur penyedia makanan.

“Kita tekankan hal ini menjadi perhatian serius. Harus ada evaluasi mulai dari pengolahan di dapur, jam pengantaran, hingga penyajian makanan kepada siswa. Semua harus diperketat,” tuturnya.

Baca Juga  Rozana Bin Serang, Perempuan Bertalenta Nahkodai IODI Bulungan 2024–2028

Hasanuddin juga mengingatkan pihak sekolah agar lebih teliti dalam memastikan kualitas makanan sebelum dibagikan.

“Tidak ada salahnya dicek dulu kesegaran makanan itu. Apakah layak diberikan kepada siswa atau tidak. Dan tentu harus konsisten dengan waktu distribusi yang telah disepakati,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Tanjung Selor, Didik Sukanto, mengatakan pihak sekolah belum bisa memastikan apakah gejala yang dialami siswa yang melaporkan pusing, mual, muntah, hingga sesak napas disebabkan langsung oleh konsumsi MBG.

Baca Juga  Gubernur Kaltara Instruksikan Perangkat Daerah Kreatif Cari Anggaran di Pusat

“Kami belum bisa memastikan itu,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, makanan sudah mulai diantar ke sekolah sekitar pukul 09.00 WITA, dan digunakan untuk konsumsi siang pada pukul 11.30 WITA. Para siswa mengambil makanan di aula, kemudian membawanya ke kelas masing-masing untuk dikonsumsi.

“Menu makanan yang disajikan saat itu nasi goreng,” jelasnya.

Meski menu MBG beragam, pada hari kejadian yang disajikan adalah nasi goreng. Menurut keterangan siswa, ada yang menyebut nasi terasa keras, ada pula yang lembek dan lengket. Sebagian siswa menghabiskan makanannya, sementara yang lain tidak.

Baca Juga  Memperkuat Kelembagaan TPPPS/TKPKD untuk Percepatan Penurunan Stunting di Kalimantan Utara

Dikatakan, berdasarkan MoU, pengantaran MBG seharusnya dilakukan sekitar pukul 10.00 WITA dan paling lambat 11.00 WITA.

“Karena jam 11.30 WITA sudah waktunya pembagian makanan di kelas. Tapi kemarin sebagian sudah diantar sejak pukul 09.00,” jelasnya.

Adapun jumlah peserta didik di SMAN 1 Tanjung Selor mencapai 1.049 orang. Pihak sekolah berharap agar ke depan jadwal pengantaran MBG benar-benar sesuai kesepakatan. (*)

Bagikan:

Ads - After Post Image

Topik

Ads - Before Footer