Kaltara a1. Com, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara terus memperkuat konektivitas udara sebagai langkah strategis membuka akses dagang dan mobilitas antarnegara. Melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara, pemerintah memastikan rencana pengoperasian penerbangan internasional di Bandar Udara Juwata Tarakan mulai 2026 semakin mendekati kenyataan.
Kepala Dinas Perhubungan Kaltara, Idham Chalid, mengungkapkan bahwa Bandara Juwata diproyeksikan melayani dua rute internasional pada tahap awal, yakni Tarakan-Tawau dan Tarakan-Kota Kinabalu di Malaysia. Adapun rute menuju Tawitawi, Filipina, akan menyusul pada tahap pengembangan berikutnya.
“Rute-rute ini menjadi pintu awal konektivitas global Kaltara. Prosesnya sudah berjalan dan 2026 ditargetkan dapat beroperasi,” ujarnya, Rabu (3/12/2025).
Idham menjelaskan, dua maskapai telah menunjukkan minat kuat untuk melayani penerbangan internasional tersebut. AirAsia dan Air Borneo pengganti MASwings kini tengah menunggu finalisasi perizinan sebelum memulai operasional.
“Maskapai sudah menyatakan kesiapan, namun seluruh perizinan operasional masih harus diselesaikan sesuai ketentuan internasional,” jelasnya.
Selain membuka jalur mobilitas penumpang, penerbangan internasional ini juga disiapkan untuk mempercepat layanan kargo udara, terutama bagi produk perikanan unggulan Kaltara. Selama ini, ekspor komoditas seperti udang dan hasil laut bernilai tinggi harus melalui jalur panjang, dari Tarakan ke Balikpapan lalu diteruskan ke Surabaya sebelum masuk pasar Eropa dan Amerika Serikat.
Dengan adanya penerbangan internasional langsung, rantai logistik diharapkan menjadi jauh lebih efisien. “Ini dapat memangkas waktu pengiriman dan meningkatkan daya saing produk Kaltara di pasar global. Efeknya signifikan untuk ekonomi daerah,” tegas Idham.
Pemerintah optimistis seluruh proses dapat dirampungkan tepat waktu. “Harapan kami, layanan internasional dari Tarakan dapat dimulai paling lambat tahun depan, dimulai dari rute Tawau dan Kota Kinabalu,” tutupnya. (Fhrl/Adv)





