Kaltara a1. Com, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara menggelar Rapat Koordinasi Penyelarasan Pembangunan Pertanian dan Ketahanan Pangan Tahun 2025–2045. Kegiatan yang dipusatkan di Royal Hotel Tarakan pada 6 Desember 2025 ini sekaligus menjadi forum sinkronisasi dan validasi data, khususnya terkait luas tanam padi serta luas tanam perkebunan kelapa sawit di wilayah Kaltara.
Rapat koordinasi tersebut menghadirkan jajaran perangkat daerah provinsi, perwakilan kabupaten/kota, Badan Pusat Statistik (BPS), balai teknis kementerian, serta para pemangku kepentingan sektor pertanian. Melalui pertemuan ini, pemerintah menargetkan penyelarasan data yang akurat sebagai fondasi penyusunan kebijakan jangka panjang 2025-2045.
Tujuan Rapat: Sinkronisasi Data hingga Penguatan Ketahanan Pangan
DPKP menjelaskan bahwa rapat ini bertujuan untuk menyinkronkan data pertanian dan ketahanan pangan antarlevel pemerintahan; menyepakati baseline serta target kinerja daerah tahun 2025-2026; menyusun rencana tindak lanjut terhadap isu-isu kritis pangan; serta mengidentifikasi dukungan lintas sektor, mulai dari BPS hingga dinas teknis kabupaten/kota.
Subsektor yang dibahas meliputi tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, ketahanan pangan, sarana prasarana pertanian, hingga penyuluhan. Seluruh subsektor tersebut dinilai strategis untuk menopang pembangunan pangan daerah sekaligus mendorong ekonomi hijau dan keberlanjutan.
Capaian DPKP Kaltara Tahun 2024
Dalam paparannya, DPKP memaparkan sejumlah capaian sepanjang 2024.
- Produksi Tanaman Pangan
Produksi tanaman pangan mencapai total 74.199 ton, terdiri atas:
• Padi: 30.080 ton
• Jagung: 5.615 ton
• Ubi kayu: 37.659,39 ton
• Ubi jalar: 797,4 ton
• Kedelai: 0,4 ton
• Kacang tanah: 43,4 ton
• Kacang hijau: 3,16 ton - Produksi Perkebunan
Produksi perkebunan Kaltara turut mencatatkan hasil signifikan:
• Kelapa sawit rakyat: 79.062 ton
• Kelapa sawit PBS: 532.078 ton
• Karet rakyat: 681 ton
• Kakao: 842 ton
• Kelapa dalam: 636 ton
• Lada: 207 ton
• Kopi: 171 ton
• Cengkeh: 3,8 ton
• Tebu: 14,5 ton
• Panili: 0,03 ton - Produksi Hortikultura
Produksi buah-buahan dan sayuran menunjukkan pertumbuhan pada sejumlah komoditas unggulan. Misalnya:
• Buah-buahan kategori 1 seperti nenas mencapai 20.053,89 ton, durian 8.185,04 ton, dan mangga 7.137,67 ton.
• Buah-buahan kategori 2 seperti pisang mencatat 59.733,66 ton, pepaya 19.212,13 ton, dan rambutan 7.699,82 ton.
Produksi sayuran juga meningkat dengan tomat 10.433,3 ton, terung 11.093,9 ton, cabai besar 8.207 ton, serta cabai rawit 6.951,6 ton.
- Populasi Ternak
Populasi ternak 2024 antara lain:
• Sapi potong: 18.701 ekor
• Kerbau: 1.606 ekor
• Kambing: 5.532 ekor
• Ayam ras pedaging: 13,59 juta ekor
• Ayam ras petelur: 138.689 ekor
• Ayam buras: 438.106 ekor - Skor Pola Pangan Harapan (PPH)
Indeks PPH menunjukkan kualitas konsumsi pangan masyarakat:
• Bulungan: 89,9
• Nunukan: 84,2
• Malinau: 82,0
• Tana Tidung: 80,5
• Tarakan: 77,7
Arah Kebijakan Pembangunan 2025–2045
DPKP menegaskan arah pembangunan jangka panjang meliputi:
• Pengembangan kawasan pertanian, perkebunan, dan perikanan tambak.
• Penguatan industri hilirisasi berbasis sumber daya alam.
• Pengembangan kawasan industri hijau.
• Peningkatan tata kelola pemerintahan.
• Penguatan ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan.
Dalam RPJMD 2025–2029, sektor pertanian diarahkan untuk memperkuat daya saing daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi hijau. Indikator utama mencakup indeks ekonomi hijau, nilai SAKIP, persentase desa perbatasan maju, hingga pertumbuhan ekonomi daerah.
Program dan Target Kinerja 2026
Sejumlah program prioritas dirumuskan melalui APBD DPKP 2026, antara lain:
1. Diversifikasi dan ketahanan pangan masyarakat
2. Penanganan kerawanan pangan
3. Pengawasan keamanan pangan
4. Penyediaan sarana pertanian dan prasarana pendukung
5. Penyuluhan pertanian
6. Pengendalian dan penanggulangan bencana pertanian
7. Pengendalian kesehatan hewan
Program 2026 juga memuat rencana kegiatan seperti sertifikasi benih, pembinaan penangkar benih, pelatihan operator alsintan, pembinaan petani sawit, pengadaan bibit ternak, hingga fasilitasi industri ayam petelur.
Selain itu, DPKP turut menyelaraskan program nasional melalui APBN 2026, seperti:
• Pengembangan padi hingga 823 ribu hektare untuk benih reguler
• Pengembangan jagung 1 juta hektare
• Perluasan kawasan sorgum dan gandum
• Pengembangan tanaman AKABI (kedelai, ubi, kacang-kacangan)
• Perlindungan tanaman dan penguatan pengawasan mutu
Penutup: Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor
Melalui rapat koordinasi ini, DPKP Kaltara menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai kunci memperkuat ketahanan pangan dan produktivitas pertanian. Kesepakatan serta rencana tindak lanjut yang dirumuskan diharapkan menjadi acuan dalam mempercepat transformasi pertanian Kaltara menuju daerah yang maju, makmur, dan berkelanjutan sebagai beranda depan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Fhrl/Adv)





