Anlimo di Kaltara Masih Terbatas, Baru Terpasang Satu Unit

redaksi

Kaltara a1. Com, TANJUNG SELOR – Ketersediaan alat pendeteksi kadar baku mutu air Automatic Water Quality Monitoring System (Anlimo) di Kalimantan Utara (Kaltara) masih tergolong minim.
Hingga saat ini, DLH Kaltara baru memiliki satu unit Anlimo yang digunakan untuk memantau kualitas air di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltara, Hairul Anwar, melalui Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda DLH Kaltara, Petrus Maden Sima, menyampaikan bahwa satu-satunya alat Anlimo yang dimiliki saat ini dipasang di Pelabuhan Kayan II, Tanjung Selor.

Baca Juga  DPRD Kaltara Harapkan Aspirasi dan Pokir Diperhatikan Pemerintah Provinsi Kaltara

“Jumlahnya memang masih satu dan itu kita pasang di Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor,” ujar Petrus.

Ia menjelaskan, hingga kini seluruh kabupaten dan kota di Kaltara belum memiliki alat pemantauan kualitas air berbasis Anlimo.

Oleh karena itu, DLH Kaltara tengah mengusulkan penambahan unit Anlimo kepada pemerintah pusat agar pemantauan kualitas air dapat dilakukan lebih merata di berbagai wilayah.

Baca Juga  Wabup Nunukan Menghadiri Acara Ramah Tamah dengan Rombongan Kantor Staf Kepresidenan RI

“Di kabupaten dan kota belum ada, dan saat ini sedang kita usulkan ke pemerintah pusat,” katanya.

Menurut Petrus, Anlimo berfungsi untuk mengukur kadar baku mutu serta kualitas air secara otomatis dan berkelanjutan. Data yang dihasilkan dari alat tersebut sangat penting sebagai bahan evaluasi dalam pengendalian pencemaran air.

Sementara itu, untuk pemantauan di kawasan perusahaan, Petrus menyebutkan bahwa alat yang digunakan umumnya berupa sparing, dengan sistem pemantauan yang dilakukan secara berkala. Hasil pengukuran kadar baku mutu air tersebut nantinya akan terintegrasi dan dievaluasi melalui sistem pemantauan Onlimo.

Baca Juga  Dorong Perpustakaan Sesuai SNP, Perpusnas dan DPK Kaltara Gelar Penguatan Pengelolaan Perpustakaan Sekolah/Madrasah

“Kadar baku mutunya akan diukur lewat Onlimo,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa Anlimo yang saat ini digunakan merupakan bantuan murni dari kementerian melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). DLH Kaltara berperan dalam penyediaan lahan sebagai lokasi pemasangan alat tersebut.
“Kita hanya menyediakan lahannya,” tutup Petrus.(*)

Bagikan:

Ads - After Post Image

Topik

Ads - Before Footer