Kaltara A1. Com, TARAKAN — Kepala kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara Hasiando G. Manik memaparkan kondisi ekonomi daerah yang masih menunjukkan tren positif di tengah tantangan global. Dalam Pertemuan Media 2026, BI mencatat ekonomi Kalimantan Utara pada Triwulan I 2026 tumbuh sebesar 5,23 persen.
Pertumbuhan tersebut ditopang sektor konstruksi, perdagangan, investasi, hingga ekspor bersih. BI menilai geliat pembangunan industri dan proyek strategis di Kaltara masih menjadi penggerak utama ekonomi daerah.
Dalam paparannya, Hasiando (BI) juga menyoroti peluang besar ekonomi Kaltara ke depan, terutama melalui hilirisasi industri aluminium dan hilirisasi pangan yang diproyeksikan mampu mendorong pertumbuhan lebih tinggi.
Di sisi lain, inflasi Kalimantan Utara pada April 2026 tercatat tetap terkendali di angka 2,68 persen, masih berada dalam kisaran target nasional. Kenaikan harga tomat, bawang merah, dan tarif angkutan udara menjadi penyumbang inflasi, sementara penurunan harga cabai rawit dan daging ayam membantu menahan tekanan harga.
Hasiando juga mengingatkan adanya tantangan serius yang dapat memengaruhi stabilitas harga di Kaltara, mulai dari ketegangan geopolitik global, perang dagang internasional, hingga ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah.
Sementara itu, digitalisasi transaksi di Kaltara menunjukkan lonjakan signifikan. Pengguna QRIS mencapai sekitar 131 ribu pengguna pada 2025 dengan pertumbuhan 8,1 persen. Bahkan volume transaksi QRIS melonjak hingga 21,5 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp2,4 triliun.
Tak hanya itu, jumlah merchant QRIS di Kaltara telah menembus 112 ribu merchant. BI menilai potensi digitalisasi masih sangat besar karena penetrasi QRIS terhadap penduduk usia produktif baru sekitar 25 persen.
Dalam sektor perbankan, kredit di Kalimantan Utara tumbuh sangat tinggi hingga 75,88 persen, terutama didorong kredit investasi yang melesat 168,02 persen. Meski demikian, dana pihak ketiga masih mengalami kontraksi sebesar -2,13 persen.
Bank Indonesia juga terus memperluas digitalisasi layanan publik melalui program Pelabuhan SIAP QRIS di sejumlah pelabuhan speedboat di Kalimantan Utara. Hingga 2026, tiga dari lima pelabuhan publik di Kaltara telah menyediakan pembayaran QRIS dan ditargetkan seluruh pelabuhan terintegrasi sistem digital tahun ini.
Selain fokus pada ekonomi makro, BI Kaltara juga aktif dalam pemberdayaan UMKM melalui onboarding digital, business matching ekspor dan pembiayaan, penguatan rantai halal, hingga pengembangan pertanian digital berkelanjutan.





