Kaltara a1. Com, MALINAU — Luasnya wilayah administratif Kabupaten Malinau yang mencapai 52 persen dari total luas Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menjadi tantangan tersendiri dalam pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik. Meski harus mengarungi keterbatasan geografis di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia, Pemerintah Kabupaten Malinau tetap memprioritaskan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal secara masif.
Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Malinau saat menyambut kunjungan kerja dan ramah tamah jajaran Kepolisian Daerah Kaltara yang dipimpin Kapolda Kaltara, Irjen Pol. Agus Wijayanto, di Rumah Dinas Bupati Malinau.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengungkapkan bahwa kondisi geografis Kabupaten Malinau yang membentang di 15 kecamatan dengan populasi sekitar 80 ribu jiwa menuntut perhatian ekstra. Terlebih, Malinau memiliki garis batas negara sepanjang kurang lebih 504 kilometer yang berbatasan langsung dengan Sabah dan Sarawak, Malaysia.
Guna mengatasi konektivitas antarwilayah perbatasan dan pedalaman yang masih sangat mengandalkan jalur udara serta sungai, Pemkab Malinau terus menghadirkan berbagai terobosan pelayanan dasar. Keterbatasan akses darat diakui menjadi pergumulan utama yang sedang diurai secara bertahap oleh pemerintah daerah.
“Dengan luasnya wilayah yang ada di Kabupaten Malinau ini, tantangannya masih menjadi persoalan bagi kami, yaitu infrastruktur yang masih jauh dari sempurna,” ujar Bupati Malinau di hadapan Kapolda Kaltara dan tokoh masyarakat.
Guna menjawab tantangan aksesibilitas tersebut, pemerintah daerah terus mengoptimalkan layanan ambulans udara, darat, dan sungai, serta mengalokasikan subsidi angkutan bagi warga terpencil. Tak hanya itu, sektor pendidikan menjadi fokus utama melalui Program Desa Sarjana yang telah menjangkau 109 desa dengan lebih dari 2.000 penerima beasiswa penuh dari APBD Kabupaten Malinau untuk studi di dalam maupun luar negeri.
Di samping pemenuhan infrastruktur dan SDM, Bupati menekankan pentingnya stabilitas keamanan serta kondusivitas daerah yang dihuni oleh beragam suku dan agama. “Kekuatan persatuan dan silaturahmi inilah yang selalu kami pelihara dan kami jaga,” ungkapnya menutup sambutan sembari mengapresiasi dukungan jajaran Polda Kaltara dalam menjaga ketertiban di Bumi Intimung. (*/Hai)





