Jari Bocah SD Terancam Membusuk, Aksi Cepat Damkar Malinau Selamatkan Korban

redaksi

Kaltara a1. Com, MALINAU — Suasana di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 009 Malinau Utara mendadak tegang pada Senin (31/8/2026) pagi. Seorang murid kelas 3 berinisial F (9) terancam mengalami cedera serius setelah cincin logam yang melingkar di jarinya terkunci rapat dan gagal dilepaskan selama hampir 24 jam.

​Menerima panggilan darurat pukul 09.33 WITA, tim penyelamat bergerak cepat menuju lokasi kejadian di RT 09 Desa Malinau Seberang, Kecamatan Malinau Kota. Dalam durasi 22 menit yang dramatis dan penuh kehati-hatian, petugas berhasil memotong cincin tersebut tanpa menggores kulit korban sedikit pun.

Baca Juga  Peluncuran Monev KIP 2025, Pemprov Apresiasi Program Komisi Infomasi Kaltara

​“Cincin itu sudah tersangkut di jarinya sejak kemarin dan tidak bisa dilepas meski sudah dicoba dengan berbagai cara. Karena khawatir jarinya membengkak dan memicu cedera serius, kami langsung meminta bantuan pihak penyelamat,” ujar Efendi, guru korban yang bertindak sebagai pelapor.

​Jepitan erat cincin tersebut disinyalir berisiko menghentikan sirkulasi darah ke bagian ujung jari jika tidak segera dievakuasi dengan alat pemotong khusus yang terukur.

Baca Juga  Bawaslu Kaltara Gelar Rakor, Paparkan Peta Kerawanan Pemilihan

​“Setibanya di lokasi, kami langsung melakukan identifikasi fisik untuk memastikan tingkat penekanan ring pada jari korban. Evakuasi kami lakukan dengan kehati-hatian tinggi dan prosedur terukur agar tidak menimbulkan cedera sedikit pun,” ungkap Kasi Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran, Rury Ahmad Sururie, SE., M.Si.

​Tepat pada pukul 09.55 WITA, proses pemotongan presisi berhasil dituntaskan. Kebahagiaan dan rasa lega menyelimuti pihak sekolah setelah melihat jari korban terbebas sepenuhnya tanpa mengalami luka fisik.
​“Seluruh rangkaian evakuasi berjalan aman dan lancar tanpa kendala berarti di lapangan. Kami pastikan kondisi fisik anak tersebut sudah kembali stabil dan nyaman sebelum tim kembali ke posko,” tambah Rury Ahmad Sururie.

Baca Juga  dr. Debiyana: Kenali Nyeri Perut Kanan Bawah, Bisa Jadi Gejala Usus Buntu

​Aksi tanggap cepat ini menjadi bukti nyata pentingnya kesiapsiagaan tim penyelamat dalam menangani situasi darurat non-kebakaran demi keselamatan warga. Seluruh layanan penyelamatan masyarakat ini diberikan secara cuma-cuma tanpa dipungut biaya. (*/Hai)

Bagikan:

Ads - After Post Image

Topik

Ads - Before Footer