dr. Debiyana: Kenali Nyeri Perut Kanan Bawah, Bisa Jadi Gejala Usus Buntu

redaksi

Kaltaraa1. Com, Tarakan – Nyeri perut kanan bawah kerap dianggap sepele. Padahal, kondisi ini bisa menjadi tanda awal penyakit usus buntu atau apendisitis yang perlu segera ditangani. Dokter Umum RSUD dr. H. Jusuf, SK, dr. Debiyana, menjelaskan bahwa nyeri biasanya muncul terlebih dahulu di ulu hati atau sekitar pusar, kemudian berpindah dan semakin memberat ke bagian kanan bawah perut.

Baca Juga  Pengamanan Aksi Massa di Kaltara Berjalan Kondusif, Pol-PP: Jaga Ketertiban Sudah Jadi Kewajiban

“Keluhan dapat disertai mual atau muntah, demam, serta perut terasa tegang. Pada kondisi tertentu, pasien sampai meringkuk karena nyerinya bertambah parah saat batuk,” terang dr. Debiyana, Selasa (4/11/2025). 

Ia menambahkan, ketika pemeriksaan klinis mengarah dengan jelas pada usus buntu, pasien umumnya akan dianjurkan menjalani tindakan operasi. Namun, jika gejalanya belum khas, dokter akan meminta pasien melakukan pemeriksaan USG abdomen untuk memastikan diagnosis.

Baca Juga  Lantik 15 Pejabat Fungsional, Bupati Irwan Sabri Sampaikan Pentingnya Tupoksi ASN

“Tindakan operasi usus buntu ada dua pilihan, yaitu laparoskopi dan laparotomi. Pemilihannya disesuaikan dengan indikasi klinis serta pertimbangan dokter bedah yang menangani,” lanjutnya.

Sebagai upaya pencegahan, dr. Debiyana mengimbau masyarakat menjaga pola makan dan pola hidup sehat agar dapat menghindari faktor risiko terjadinya usus buntu.

“Ketika nyeri perut kanan bawah semakin berat, jangan menunggu lama. Segera diperiksakan ke fasilitas kesehatan,” pesannya.

Baca Juga  Bawaslu Kaltara Ajak Masyarakat jadi Pengawas Partisipatif Pilkada

Bagikan:

Ads - After Post Image

Topik

Ads - Before Footer