Kaltara a1. Com, TANJUNG SELOR — Kualitas udara di sebagian besar wilayah Kalimantan Utara (Kaltara), khususnya Tanjung Selor, memburuk hingga masuk dalam kategori tidak sehat akibat kepungan kabut asap. Kendati demikian, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kaltara memastikan aktivitas transportasi laut dan perairan, termasuk angkutan speedboat, hingga kini masih beroperasi secara normal dan aman.
Kepastian armada transportasi air tetap beroperasi diperoleh usai pihak dinas melakukan koordinasi langsung dengan pemangku kepentingan keselamatan pelayaran setempat.
”Berdasarkan hasil koordinasi dengan KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan), kondisi kabut asap saat ini jarak pandang masih kondisi aman,” ujar Kepala Bidang Pelayaran Dishub Kaltara, Massahara.
Meskipun kondisi jarak pandang dinilai masih memungkinkan untuk mendukung operasional armada speedboat penumpang di perairan Kaltara, penanganan ekstra terhadap regulasi pelayaran tetap menjadi prioritas utama.
”Tapi dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan,” tegas Massahara.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Tanjung Harapan, penurunan kualitas udara mulai tercatat sejak akhir Agustus lalu. Kendati demikian, BMKG mencatat jarak pandang pada jalur transportasi sungai relatif lebih aman karena navigasi visual dapat dipantau lebih jelas oleh jurudi mudi kapal.
Berbeda halnya dengan perairan terbuka atau wilayah laut, di mana hamparan ruang pandang yang luas berpotensi memicu fenomena optik seperti fatamorgana yang dapat mengelabui pandangan operator kapal.
Oleh karena itu, para nakhoda dan pengelola armada diimbau untuk selalu menyesuaikan laju kendaraan serta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat konsentrasi kabut asap menebal pada jam-jam tertentu. (*/Hai)





